TRIBUNGORONTALO.COM-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo Gorontalo menyiapkan langkah besar untuk mengembangkan Objek Wisata Pantai Bolihutuo sebagai destinasi unggulan di Provinsi Gorontalo.
Rencana tersebut diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Boalemo Lahmuddin Hambali saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Gorontalo di Pantai Bolihutuo, Jumat (24/7/2026) sore hari.
Di hadapan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Lahmuddin mengatakan Bupati Boalemo telah menyiapkan konsep pengembangan kawasan Pantai Bolihutuo agar memiliki daya tarik wisata yang lebih kuat.
Salah satu konsep yang akan diwujudkan adalah pembangunan resort berbahan bambu petung di sejumlah titik di kawasan pantai.
"Pak Gubernur, beberapa hari yang lalu Pak Bupati telah mendesain Bolihutuo ini agar perlu ditingkatkan. Nanti akan dibangun resort di beberapa titik, tetapi resortnya terbuat dari bambu petung," kata Lahmuddin.
Dia bilang desain pengembangan kawasan wisata tersebut kini hampir rampung. Bahkan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Boalemo telah melakukan kunjungan ke Jakarta untuk melihat sekaligus menyempurnakan konsep desain yang akan diterapkan di kawasan Pantai Bolihutuo.
Menurut Lahmuddin, pembangunan resort berbahan bambu petung dipilih karena mengusung konsep ramah lingkungan sekaligus menyesuaikan karakter kawasan wisata pantai.
Dia berharap konsep tersebut mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Boalemo.
Orang nonor dua di Boalemo itu mengatakan pengembangan Pantai Bolihutuo bukan hanya bertujuan mempercantik kawasan wisata, tetapi juga meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang, hingga penyedia jasa di kawasan wisata.
"Forprov ini tentunya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan asli daerah, tetapi juga turut menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM dan sektor jasa yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini," ujarnya.
Ia menilai penyelenggaraan Forprov II di Pantai Bolihutuo menjadi bukti kawasan tersebut layak menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala provinsi maupun nasional.
Selain memperkenalkan potensi wisata Boalemo, kegiatan tersebut juga membawa dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Lahmuddin berharap pengembangan Pantai Bolihutuo mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo sehingga proses penataan kawasan dapat berjalan sesuai rencana.
Katanya, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan sektor pariwisata.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut baik penyelenggaraan Forprov II di Pantai Bolihutuo.Gusnar mengatakan olahraga masyarakat sangat tepat dipadukan dengan destinasi wisata karena mampu menghadirkan keramaian sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Acara Kormi itu tidak perlu anggaran besar-besar, pasti ramai. Karena ada olahraga yang menggembirakan, kemudian ada camilan-camilan, ada UMKM yang turut meriahkan," kata Gusnar.
Ia juga mengaku sengaja menghadiri pembukaan Forprov pada sore hari karena menilai suasana Pantai Bolihutuo lebih hidup pada waktu tersebut.
"Memang dirancang seperti itu. Puncak kegiatan di pantai itu sore hari. Jadi bukan karena terlambat, tetapi memang ingin menikmati suasana yang terbaik," ujarnya.
Gusnar berharap Pantai Bolihutuo terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan event olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi destinasi wisata andalan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Wakil Bupati (Wabup) Boalemo Lahmuddin Hambali memaparkan perkembangan pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Boalemo di hadapan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Hal itu disampaikan dia saat pembukaan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II KORMI Provinsi Gorontalo di Pantai Bolihutuo, Jumat (24/7/2026) sore hari.
Lahmuddin menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Wonosari hampir rampung dan segera memasuki tahap operasional.
Ia mengatakan sebanyak 54 peserta didik akan dipindahkan ke lokasi Sekolah Rakyat yang baru setelah seluruh pekerjaan fisik selesai.
"Insya Allah pada tanggal 25 Juli seluruh pekerjaan dirampungkan. Selanjutnya pada 31 Juli akan dimulai kegiatan MPLS bagi siswa Sekolah Rakyat," kata Lahmuddin.
Ia menyebutkan, pada tahap awal terdapat 54 siswa yang akan menempati sekolah tersebut.
Jumlah itu selanjutnya akan bertambah hingga mencapai sekitar 270 peserta didik sesuai kapasitas yang telah disiapkan pemerintah.
Lahmuddin berharap Gubernur Gorontalo dapat hadir pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap program nasional tersebut.
"Kalau berkesempatan, kami berharap Pak Gubernur dapat bersama-sama hadir pada kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat," ujarnya.
Menurut Lahmuddin, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Boalemo merupakan salah satu program strategis nasional dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp227 miliar.
Ia mengaku kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Boalemo.
Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program pendukung bagi para siswa.
Salah satunya adalah pendidikan karakter dan kedisiplinan yang akan diberikan oleh Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).
Lahmuddin mengatakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengutus Taruna Akpol untuk memberikan pembinaan kepada para siswa selama 10 hari.
"Kami telah diminta menjemput Taruna Akpol di bandara sekaligus menyiapkan akomodasi selama mereka berada di Kabupaten Boalemo," katanya.
Ia membeberkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal.
Menurutnya, keberadaan Taruna Akpol di Sekolah Rakyat diharapkan mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar para peserta didik sejak awal.
Di hadapan Gubernur Gorontalo, Lahmuddin juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Gorontalo terhadap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Boalemo.
Maka dengan sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi terus diperkuat sehingga pelaksanaan program-program strategis nasional dapat berjalan optimal.
Selain Sekolah Rakyat, Lahmuddin turut melaporkan perkembangan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kecamatan Paguyaman.
Program tersebut mengintegrasikan SD Negeri 3 Paguyaman, SMP Negeri 1 Paguyaman, dan SMA Paguyaman dalam satu kawasan pendidikan.
Saat ini, kata dia, Pemkab Boalemo sedang menyelesaikan proses pembebasan lahan seluas sekitar lima hektare sebagai syarat pembangunan kawasan pendidikan tersebut.
Lahmuddin harap Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memberikan dukungan agar seluruh program pendidikan yang sedang berjalan dapat terealisasi sesuai target pemerintah pusat.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam sambutannya menegaskan Pemerintah Provinsi Gorontalo siap mengawal berbagai program strategis nasional yang dilaksanakan di daerah.
Baginya, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, termasuk di sektor pendidikan.
Lebih jauh, Gusnar mengatakan sinergi yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat agar manfaat program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ia optimis berbagai program pembangunan di Kabupaten Boalemo dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*/Jefri)