Cristian Volpato dilaporkan positif kokain setelah dua kali dihentikan polisi dalam satu malam
Aurora Nightingale July 25, 2026 08:01 AM

Pesepak bola internasional Australia, Cristian Volpato, dilaporkan positif kokain setelah dua kali dihentikan polisi karena ngebut di Sydney pada malam yang sama, hanya beberapa hari setelah membela Socceroos di Piala Dunia FIFA 2026.

Gelandang Sassuolo berusia 22 tahun itu pertama kali dihentikan pada larut malam Kamis sebelum kembali diberhentikan kurang dari dua jam kemudian, ketika polisi menduga ia menunjukkan hasil positif tes narkoba di jalan untuk kokain.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Volpato tampil dalam kampanye Piala Dunia Australia, setelah awal tahun ini ia mengalihkan kesetiaan internasionalnya dari Italia ke Australia sebelum mencatat tiga penampilan di turnamen tersebut.

Dihentikan dua kali pada malam yang sama

Menurut laporan, Kepolisian New South Wales mengatakan Volpato pertama kali dihentikan sekitar pukul 11:05 malam pada Kamis saat mengemudikan BMW Coupe miliknya melintasi Anzac Bridge di Sydney.

Polisi menduga ia melaju antara 86 km/jam dan 94 km/jam di zona 60 km/jam.

Tes napas di pinggir jalan menunjukkan hasil negatif, dan Volpato kemudian dikenai pemberitahuan pelanggaran karena ngebut sebelum diizinkan melanjutkan perjalanannya.

Namun, sekitar pukul 1:10 pagi pada Jumat, petugas kembali menghentikan gelandang itu di area yang sama setelah diduga merekam kendaraannya melaju 109 km/jam di zona kecepatan 60 km/jam—hampir dua kali lipat batas legal.

Setelah penghentian kedua, Volpato menjalani tes narkoba di pinggir jalan yang diduga memberikan indikasi positif kokain.

Polisi kemudian mengambil sampel cairan oral kedua, yang telah dikirim untuk analisis laboratorium lebih lanjut guna memastikan hasil tersebut.

Surat izin mengemudi internasionalnya juga ditangguhkan selama enam bulan.

Otoritas belum mengumumkan dakwaan pidana apa pun terkait dugaan hasil narkoba itu sambil menunggu konfirmasi dari tes kedua.

Perwakilan Volpato telah dimintai komentar.

Kampanye Piala Dunia datang setelah perpindahan kewarganegaraan internasional

Gelandang itu baru saja menuntaskan Piala Dunia FIFA senior pertamanya setelah memutuskan untuk mewakili Australia alih-alih Italia.

Lahir dan besar di Sydney, Volpato berkembang melalui akademi muda Sydney United 58, Sydney FC, dan Western Sydney Wanderers sebelum pindah ke Eropa saat masih remaja.

Ia kemudian meniti jalur di akademi Roma sebelum menembus tim utama di Serie A.

Sassuolo merekrut gelandang serang itu pada 2023, dan sejak itu ia telah mencetak tujuh gol dalam tiga musim.

Sebelum mengikat masa depannya bersama Australia, Volpato pernah membela Italia di level U-19 dan U-20.

Baru pada Maret lalu, ia mengakui masih menunggu panggilan tim senior Italia setelah meniti perjalanan melalui tim-tim muda negara tersebut. Namun, ketika Italia akhirnya gagal lolos ke Piala Dunia 2026, gelandang itu beralih kesetiaan dan menerima undangan Australia.

Penampilan di turnamen untuk Australia

Volpato mencatat tiga penampilan selama kampanye Piala Dunia Australia di Amerika Utara.

Ia menjadi pemain cadangan yang tidak digunakan saat Socceroos membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Turki sebelum turun dari bangku cadangan dalam kekalahan 2-0 dari Amerika Serikat.

Pemain berusia 22 tahun itu kemudian tampil sebagai starter saat Australia bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay, sebelum juga tampil pada laga babak 32 besar melawan Mesir.

Perjalanan Australia di turnamen berakhir setelah kalah dari Mesir lewat adu penalti, dengan Volpato ditarik keluar sebelum perpanjangan waktu.

Gelandang itu sebelumnya dipandang sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan milik Australia setelah keputusannya membela Socceroos, sehingga tuduhan terbaru ini menjadi perkembangan yang tidak diinginkan bagi pemain maupun negara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.