TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Asosiasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kabupaten Banyuwangi mengurai alasan menciptakan Radio Merah Putih.
Untuk diketahui, asosiasi Kopdes resmi meluncurkan Radio Merah Putih yang bisa diakses semua orang melalui streaming di ponsel masing-masing pada 22 Juli 2026 lalu.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari hadir dalam peluncuran Radio Merah Putih tersebut, tetapi ia menekankan bukan pemerintah yang membuat radio itu.
"Bukan Bakom dan pemerintah yang membuat Radio Merah Putih. Yang membuat adalah Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi. Mereka minta saya hadir dalam siaran pertama Radio Merah Putih tersebut," ujar Qodari kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026) malam.
Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Kopdes Merah Putih Kabupaten Banyuwangi Imam Maskun menjelaskan maksud dan tujuan pembangunan Radio Merah Putih.
Imam mencontohkan, di Kopdes Merah Putih, pasti terdapat gerai sembako.
Menurut dia, perlu ada informasi mengenai harga sembako yang update untuk disiarkan kepada masyarakat yang ingin membeli.
"Kayak umpamanya kita itu 1 jam atau 1 hari dua kali update (harga) barang-barang itu, maka benar-benar masyarakat ini tahu gitu loh, bahwa di koperasi itu ada harga-harga barang subsidi yang murah sesuai HET," kata Imam.
Imam menjelaskan, Radio Merah Putih juga akan menyiarkan sosialisasi mengenai manfaat menjadi anggota Kopdes Merah Putih.
Dia membeberkan, anggota koperasi memiliki manfaat seperti bisa belanja lebih murah, hingga mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU).
"Jadi benar-benar radio ini berfungsi untuk kemasyarakatan di samping sosialisasi untuk koperasi sendiri, juga nanti juga ada program kayak kesehatan atau aduan apa. Nah ini akan menjadi bahan penyambung untuk market kita kepada masyarakat, berupa radio sebagai sarana dan prasarana untuk memberikan informasi yang akurat barang-barang contoh barang-barang subsidi," jelasnya.
Baca juga: Cek Skema Penyaluran Bansos PKH dan BPNT di Kopdes Merah Putih Bogor, Tak Lagi Ditransfer ke Bank?
Menurut Imam, Radio Merah Putih akan meng-update informasi akurat mengenai barang, baik food ataupun non-food, yang tersedia di Kopdes Merah Putih.
Dia turut menekankan bahwa barang-barang binaan koperasi yang merupakan hasil UMKM tidak kalah dengan produk-produk pabrikan.
"Nah tetapi harganya itu di bawah harga ritel sesuai dengan apa yang diharapkan dari pemerintah pusat. Di sini ada semua. Nah itu masyarakat supaya tahu nantinya itu melalui Radio Merah Putih ini update kayak barang-barang subsidi, kayak barang-barang yang premium pun produk-produk kayak BUMN, kayak BULOG, apa itu semua itu akan benar-benar tersampaikan ke masyarakat," papar Imam.
Selanjutnya, Imam menegaskan bahwa biaya operasional dari Radio Merah Putih ini tidak terlalu mahal.
Meski tidak mahal, kata Imam, kehadiran Radio Merah Putih sangat diperlukan masyarakat.
"Karena memang barang-barang kita yang dijual ini harganya itu harga murah, harga sesuai HET," ucapnya.
Lebih jauh, Imam mengeklaim masyarakat memberikan feedback yang baik terhadap Radio Merah Putih.
Imam turut memamerkan omzet gerai Kopdes Merah Putih di Banyuwangi merupakan yang tertinggi ke-2 di Jawa Timur sejak Desember 2025.
"Waduh ini luar biasa, dikarenakan apa? Kayak harga telur umpamanya di kita ini ternyata lebih murah daripada di ritel atau modern gitu. Dan omzet kita itu kemarin itu kita nomor 2 se-Jawa Timur. Itu dapat penghargaan kemarin dari Bu Gubernur kita ranking 2 se-Jawa Timur," kata Imam.
Sementara itu, Imam menyebut pihaknya turut memanfaatkan media lain untuk promosi Kopdes Merah Putih, seperti baliho, billboard, Instagram, dan TikTok.
Dia mengatakan, di Banyuwangi, diharapkan Radio Merah Putih yang hadir di ponsel dapat menjadi favorit bagi ibu-ibu.
"Nah ini aplikasi yang gini akan nantinya itu di tempat pos-pos ngopi atau tempatnya di pasar-pasar itu, jadi media informasi ini lebih sangat didominasi biar nantinya sama radio populernya ke radio emak-emak," imbuh Imam.
Sumber: Kompas.com