Update Rel Kereta Api Sulawesi, DPR Desak Kemenhub Rampungkan Minimal Sampai Parepare
Ari Maryadi July 25, 2026 10:07 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, berharap Kementerian Perhubungan terus menggenjot dan menyelesaikan pengerjaan jalur Kereta Api Trans Sulawesi.

Tahun 2026 ini jadi tahun ke-12 Proyek Jalur Kereta Api Trans Sulawesi sejak groundbreaking pada 12 Agustus 2014 lalu.

Proyek Jalur Kereta Api Trans Sulawesi terus dibahas dalam Rapat Komisi V DPR RI.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras meminta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus menggenjot pengerjaan jalur Kereta Api di Sulsel.

"Kita mendesak diselesaikan minimal jalur dari Kota Makassar sampai Parepare," kata Andi Iwan saat dihubungi wartawan Sabtu (25/7/2026).

Jarak Kota Makassar ke Kota Parepare 155 kilometer. Selama ini masyarakat Sulsel menempuh perjalanan motor dan mobil 3 sampai 4 jam.

Kehadiran Kereta Api Sulsel dari Makassar sampai Parepare akan memudahkan aktivitas warga, angkutan logistik, menumbuhkan ekonomi.

Ia menilai pembangunan jaringan kereta api di Sulawesi Selatan merupakan proyek strategis yang akan memperkuat konektivitas antardaerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas layanan transportasi massal.

Andi Iwan juga menanggapi berbagai polemik yang berkembang terkait proyek kereta api di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.

Menurutnya, seluruh aspek teknis pelaksanaan proyek merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Ketua Kadin Sulsel itu meminta seluruh pihak memberikan ruang kepada pemerintah untuk menjalankan proyek berdasarkan kajian teknis yang telah disusun, sembari tetap membuka ruang terhadap berbagai masukan dari masyarakat.

“Terkait berbagai polemik yang berkembang di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk menentukan aspek teknis pelaksanaannya," kata Andi Iwan.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas alokasi anggaran pembangunan jalur kereta api Maros–Makassar. Berbagai masukan tentu dapat menjadi bahan pertimbangan, tetapi keputusan pelaksanaan tetap harus mengacu pada kajian teknis yang telah ditetapkan,” kata Andi Iwan.

Legislator Fraksi Gerindra itu beberapa kali sidak langsung ke lapangan mengek jalur Kereta Api Sulsel.

Andi Iwan pernah berjalan kaki bersama Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan saat itu, pada tahun 2023 lalu.

Mereka turun meninjau langsung program pembangunan Kereta Api Sulsel Sabtu (21/1/2023).

Budi Karya Sumadi dan Andi Iwan Aras berjalan kaki menyusuri pembangunan rel sejauh 2 kilometer dari Stasiun Mandai ke Stasiun Maros.

Dari stasiun Maros, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Garongkong Barru dengan menggunakan kereta api.

Kereta Api Sulsel ini diproyeksikan jadi transportasi logistik. Ia mencontohkan beberapa daerah adalah penghasil semen dan pendistribusian batu bara.

Sejarah Pembangunan Jalur Kereta Api Trans-Sulawesi

Sejarah Pembangunan Jalur Kereta Api Trans-Sulawesi Dilansir dari laman heritage.kai.id, progres pembangunan jalur kereta api di Pulau Sulawesi memang terbilang lambat.

Sejak usulan pertama hingga realisasi pembangunan disebut membutuhkan waktu hingga 13 tahun.

Adapun rencana untuk mewujudkan jalur kereta api di Pulau Sulawesi sejatinya telah muncul sejak 2001.

Kemudian pada 2002 dan 2003 pemerintah mulai menyelenggarakan studi kelayakan jalur kereta api di untuk lintas Manado–Bitung dan Makassar–Parepare.

Dua tahun kemudian kajian studi tersebut sempat diperluas menjadi Makassar–Takalar–Bulukumba.

Hasilnya, Kementerian Perhubungan dan Pemda Sulawesi Selatan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian Nasional di Pulau Sulawesi pada 1 Juni dan 28 Desember 2012. 

Rencana pembangunan pun semakin dimatangkan dengan keluarnya hasil studi terkait Detail Engineering Design (DED) pembangunan jembatan kereta api dari Makassar hingga Parepare disusul hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan pada rute yang sama pada 2014.

Sejak groundbreaking pada 12 Agustus 2014, akhirnya rel sepanjang 71 kilometer akan dibuka bertahap pada Oktober 2022.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.