Washington (ANTARA) -

Amerika Serikat dan Inggris sedang bersiap menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk membahas langkah-langkah yang dapat diterapkan guna menjamin keselamatan pelayaran melalui Selat Hormuz, demikian dilaporkan Axios, Jumat (24/7) mengutip dua diplomat Eropa dan dua sumber lainnya.

Konferensi yang diperkirakan akan digelar di London pada pekan depan itu akan berfokus pada pembentukan koalisi internasional yang bertujuan melindungi pelayaran komersial yang melintasi jalur perairan strategis tersebut, menurut laporan itu.

Namun, jadwal maupun tanggal penyelenggaraan konferensi tersebut masih belum disepakati. Laporan itu juga menyebutkan bahwa konferensi kemungkinan akan dihadiri para menteri pertahanan dan pemimpin militer tingkat tinggi, termasuk Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Menurut laporan tersebut, koalisi yang kemungkinan terbentuk dari pertemuan itu, masih bergantung pada syarat yang diajukan sejumlah negara, yakni berakhirnya konflik bersenjata di kawasan Teluk Persia.

Amerika Serikat ingin agar negara-negara mitranya mengerahkan berbagai aset, seperti kapal penyapu ranjau, satuan angkatan laut lainnya, serta pesawat nirawak untuk membantu mengamankan jalur pelayaran tersebut.

Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman pada malam 18 Juni yang mengatur penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, militer Amerika Serikat telah melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) menyatakan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap tindakan Iran atas kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah serta menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak berlaku lagi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA