Alasan SD dan SMP di Surabaya Batal Masukkan Game Mobile Legends Sebagai Ekstrakurikuler Pilihan
Torik Aqua July 25, 2026 10:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Dinas Pendidikan Kota Surabaya memastikan rencana menjadikan Mobile Legends sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar dan menengah pertama tidak akan dilanjutkan.

Kebijakan tersebut dibatalkan setelah mempertimbangkan dampak permainan digital terhadap perkembangan peserta didik.

Selain dinilai berpotensi memicu kecanduan, permainan tersebut juga dikhawatirkan memengaruhi konsentrasi belajar anak.

Sejumlah pihak pun mendorong agar sekolah lebih memprioritaskan kegiatan ekstrakurikuler yang mengembangkan kreativitas, budaya, dan keterampilan peserta didik.

Baca juga: Moonton Gandeng Pemkot Surabaya Gelar Turnamen Mobile Legends untuk Pelajar

Hal ini membuat sekolah di Surabaya batal memasukkan game Mobile Legends atau ML dan sejenisnya ke dalam kurikulum ekstrakurikuler (ekskul) pilihan.

Sekolah jenjang SD dan SMP di Kota Pahlawan ini batal menerapkannya karena dinilai siswa bisa kecanduan.

Selain itu, hal tersebut bisa berdampak pada daya konsentrasi anak jika game yang banyak digandrungi ini diadopsi ke dalam ekstrakurikuler sekolah.

"Tidak. Tidak ada ekstrakurikuler memasukkan Mobile Legends itu," terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febria Rachmanita, Jumat (24/7/2026).

Febria adalah pengganti Kepala Dinas Pendidikan sebelumnya, Yusuf Masruh.

Baru beberapa bulan Febria melanjutkan jabatan kepala dinas lama.

Sebelumnya Dinas Pendidikan ini akan memasukkan Mobile Legends dan e-sports dalam ekskul.

Sebelumnya, ML sebagai salah satu game strategi populer di kalangan muda akan diadopsi sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah di Surabaya.

Bahkan kota ini sudah menyiapkan guru sebagai pelatih dan pendamping untuk mengerjakan permainan online ini.

Seperti e-sports, ML ini akan dimasukkan dalam ekstrakurikuler pendidikan jenjang SD dan SMP.

Alasannya menyesuaikan arah pendidikan dengan mengikuti minat dan kegiatan digital anak sekarang.

Dinilai sebuah keniscayaan jika arah pendidikan tidak menyesuaikan kecenderungan dan kebutuhan di era digital.

Termasuk game ML dan PlayStation yang masuk dalam e-sports.

Game semacam ini membutuhkan latihan, keterampilan, dan strategi seperti olahraga konvensional.

Pada kenyataannya, game-game semacam ini dari waktu ke waktu makin diminati.

Tak Setuju

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati kurang sependapat jika game digital masuk ekskul.

Game ML atau sejenisnya itu dinilai hanya bikin ketagihan dan mengurangi tumbuh kembang disiplin anak.

Kecuali ekskul robotika atau pemrograman dan aktivitas digital yang menumbuhkembangkan kreativitas anak.

"Sebaiknya memang tidak perlu memasukkan ML ke dalam ekskul SD dan SMP.

Usia anak segini belum matang," kata Ajeng.

Belum lagi soal aktivitas kekerasan dalam game tersebut.

Meski bukan kekerasan fisik secara nyata, kekerasan dalam game itu akan berpotensi membuat anak menirunya sangat tinggi.

Nantinya, kekerasan dianggap hal biasa.

Memang daerah diberi kebebasan mengembangkan bakat dan minat anak dengan ekskul.

Sebaiknya, menurut politikus perempuan Gerindra itu, ekskul lebih diarahkan pada pengembangan bakat seni anak.

"Budaya Suroboyo kita harus didukung pelestariannya lewat anak-anak. Tari Remo, kidungan, sampai ludruk, yang harus diberi tempat. Lewat anak-anak zaman now, seni tradisi ini saya yakin makin berkembang karena didukung aktivitas digital," kata Ajeng.

Apa itu Mobile Legends?

Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) merupakan game mobile bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang dikembangkan oleh Moonton, perusahaan yang berada di bawah naungan ByteDance.

Sejak diluncurkan pada 2016, permainan ini berkembang menjadi salah satu game MOBA terpopuler di dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Hingga kini, Mobile Legends telah diunduh lebih dari 1 miliar kali dan memiliki basis pemain yang sangat besar.

Cara Bermain

Dalam setiap pertandingan, dua tim yang masing-masing beranggotakan lima pemain saling berhadapan.

Misi utama setiap tim adalah menghancurkan markas lawan sekaligus mempertahankan markas miliknya sendiri.

Arena permainan terbagi menjadi tiga jalur utama (lane), yaitu atas (top lane), tengah (mid lane), dan bawah (bottom lane).

Para pemain harus menyusun strategi, bekerja sama sebagai tim, menguasai jalur, serta menghancurkan menara pertahanan lawan sebelum berhasil merebut markas utama mereka.

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.