TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Di tengah masuknya investasi dari perusahaan berskala besar, pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) justru menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan investasi di Kota Padang.
Sepanjang 2025, realisasi investasi di Kota Padang mencapai sekitar Rp4,6 triliun.
Menariknya, hampir separuh dari nilai tersebut berasal dari sektor UMK yang dinilai semakin berkembang di berbagai bidang usaha.
Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa geliat usaha masyarakat terus berkembang dan mampu memberikan peran yang hampir seimbang dengan investasi dari sektor usaha menengah hingga besar.
Baca juga: Perak Tak Lagi Dilirik, Pedagang di Pasar Raya Padang Sebut Warga Kini Pilih Investasi Emas
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, dalam Podcast TribunPadang yang tayang pada Jumat (17/7/2026).
Menurut Fauzan, capaian investasi tersebut menunjukkan tren yang terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Nilai investasi di Kota Padang menunjukkan grafik yang meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2025 capaian kita sekitar Rp4,6 triliun," ujarnya.
Fauzan menjelaskan, realisasi investasi tersebut terbagi menjadi dua kategori, yakni investasi dari sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta sektor non-UMK yang mencakup usaha menengah hingga usaha besar.
Dari total investasi sebesar Rp4,6 triliun, sekitar Rp2,2 triliun berasal dari sektor UMK.
Sementara sekitar Rp2,3 triliun lainnya berasal dari investasi usaha menengah dan besar.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro dan kecil kini memiliki kontribusi yang hampir setara dengan investasi perusahaan berskala besar.
"Yang menarik, sekitar Rp2,2 triliun justru disumbang oleh sektor usaha mikro dan kecil. Angkanya hampir berimbang dengan investasi non-UMK," katanya.
Baca juga: Investasi Kota Padang Tembus Rp 4,6 Triliun, Sektor Wisata dan Kuliner Jadi Magnet Investor
Fauzan mengatakan, tren positif investasi dari sektor UMK terlihat dari semakin banyaknya pelaku usaha baru yang tumbuh di Kota Padang.
Beberapa di antaranya berasal dari sektor kuliner seperti kafe, rumah makan, dan restoran yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang di berbagai kawasan kota.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa minat masyarakat untuk membuka usaha masih cukup tinggi sehingga berdampak pada meningkatnya investasi daerah.
"Pelaku usaha mikro dan kecil kita menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Sekarang kita bisa melihat banyak kafe, rumah makan, dan restoran yang terus tumbuh di Kota Padang," jelasnya.
Selain UMK, investasi dari sektor non-UMK juga tetap memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan investasi di Kota Padang.
Fauzan menjelaskan, kelompok usaha tersebut meliputi berbagai investasi berskala menengah dan besar, seperti pembangunan hotel, pergudangan, hingga sektor usaha lainnya.
Menurutnya, keseimbangan antara investasi UMK dan non-UMK menjadi indikator bahwa iklim investasi di Kota Padang berkembang secara sehat karena ditopang oleh berbagai skala usaha.
Ia optimistis tren tersebut masih akan berlanjut sepanjang 2026 seiring semakin bertambahnya pelaku usaha yang berinvestasi di Kota Padang.
"Pertumbuhan UMK yang terus meningkat menjadi sinyal positif bagi perekonomian Kota Padang. Harapannya tren ini terus berlanjut sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tutupnya. (MG/Aulia Ranti Putri)