De la Fuente Angkat Bicara soal Keributan Final Piala Dunia 2026, Kecam Aksi Pemain Argentina
Arif Tio Buqi Abdulah July 25, 2026 11:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, akhirnya angkat bicara mengenai kericuhan yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. 

Menurutnya, tindakan sejumlah pemain Argentina setelah pertandingan merupakan perilaku yang tidak dapat ditoleransi dan tidak boleh dibiarkan.

Spanyol memastikan diri menjadi juara dunia setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. 

Namun, selebrasi gelar juara La Roja diwarnai insiden panas yang melibatkan sejumlah pemain kedua tim.

Beberapa aksi yang menjadi sorotan terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Leandro Paredes dilaporkan mendorong Gavi hingga terjatuh setelah sebelumnya sempat mencekik Eric Garcia.

Nahuel Molina juga disebut melakukan gerakan menyerupai pukulan ke arah Rodri, sementara asisten pelatih Argentina Roberto Ayala dikabarkan terlibat insiden dengan Dani Olmo.

Peristiwa tersebut kini tengah diselidiki FIFA karena diduga melanggar Kode Disiplin organisasi sepak bola dunia itu.

Baca juga: PSSI-nya Argentina Minta Suporter Berdamai dengan Kekalahan, Tolak Narasi Ulang Lawan Spanyol

De la Fuente: Tidak Bisa Diterima

Dalam wawancara dengan televisi Spanyol yang dikutip Sky Sport, De la Fuente mengaku awalnya tidak mengetahui adanya kericuhan karena sedang merayakan keberhasilan timnya menjadi juara dunia.

Namun setelah mengetahui apa yang terjadi, pelatih berusia 65 tahun itu menyampaikan kecaman yang tegas.

"Saat itu saya tidak menyadarinya. Saya sedang merayakan kemenangan dan memeluk rekan-rekan saya. Namun bagaimanapun juga, itu adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, tidak dapat diterima, dan tidak boleh dibiarkan," kata de la Fuente.

De la Fuente pun yakin jika pihak Argentina melihat tayangan video yang ada, mereka pasti juga merasakan itu adalah sesuatu yang buruk.

"Mereka adalah pemain-pemain hebat yang saya puji sebelum pertandingan dan tetap saya puji sekarang. Mereka juga memiliki pelatih yang luar biasa. Saya yakin mereka juga merasa kecewa melihat reaksi seperti itu," katanya.

Di sisi lain, De la Fuente justru memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang dinilai mampu menjaga emosi meski mendapat berbagai provokasi setelah pertandingan.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan ketenangan menjadi bukti kedewasaan skuad Spanyol saat menghadapi tekanan di momen emosional.

"Saya ingin menyoroti bagaimana para pemain kami menghadapi agresi dan provokasi seperti itu. Mereka selalu menjaga ketenangan dan bertindak layaknya profesional sejati," kata dia.

Sikap para pemain Spanyol tersebut mendapat banyak pujian karena tidak terpancing untuk membalas tindakan lawan, sehingga situasi tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar.

Baca juga: Pengakuan Asisten Pelatih Timnas Argentina, Messi Cs Sasaran Kampanye Hitam

FIFA Masih Selidiki Insiden

Hingga saat ini FIFA belum menjatuhkan hukuman kepada pihak mana pun. Namun, Komite Disiplin FIFA telah menunjuk seorang jaksa disiplin dan etik untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang terjadi seusai laga final.

Penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan resmi pertandingan serta berbagai rekaman video yang beredar di media sosial.

Jika terbukti melakukan tindakan kekerasan, pemain yang terlibat dapat dikenai hukuman minimal larangan bermain tiga pertandingan sesuai Pasal 14 Kode Disiplin FIFA. 

Hukuman tersebut berlaku untuk tindakan seperti memukul, menendang, menyikut, meludah, menggigit, atau melakukan penyerangan terhadap lawan maupun pihak lain di luar perangkat pertandingan.

Selain sanksi kepada individu, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga berpotensi menerima hukuman apabila FIFA menyimpulkan bahwa tim atau ofisialnya melakukan tindakan yang tidak semestinya selama maupun setelah pertandingan.

Di tengah proses investigasi tersebut, sebuah petisi yang meminta Argentina dijatuhi larangan tampil seumur hidup di Piala Dunia juga ramai beredar di dunia maya. 

Meski demikian, hingga kini FIFA hanya menegaskan bahwa seluruh keputusan akan diambil setelah hasil investigasi resmi selesai dan laporan jaksa disiplin telah diterima.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.