TRIBUN-TIMUR.COM - Profil Andi Tenri Walinonong Ketua DPRD Bone.
Andi Tenri Walinonong dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap staf YNS, Rabu (22/7/2026).
YNS mengatakan kejadian itu bermula saat dirinya diminta membeli kue untuk menjamu tamu yang datang ke DPRD Bone.
Setelah salah seorang tamu meninggalkan lokasi, ia kembali diminta menyiapkan kue karena masih ada tamu lain yang akan datang.
YNS kemudian menuju ruang penerima tamu atau lounge untuk memastikan ketersediaan hidangan.
Di sana, ia mengaku hanya menanyakan keberadaan kue kepada petugas yang berjaga.
Baca juga: Inilah 3 Kontroversi Andi Tenri Ketua DPRD Bone, Tak Dipercaya 35 Legislator hingga Dilapor Polisi
"Saya bertanya, mana lagi kuenya. Saya hanya memastikan karena itu memang disediakan untuk tamu. Kalau tamu datang tidak ada kue, nanti saya juga yang dimarahi," kata YNS.
Tak lama setelah kembali ke ruangan, YNS mengaku menerima telepon yang menyampaikan dirinya dipanggil oleh Ketua DPRD Bone ke kantin.
Menurutnya, seseorang yang berada di lounge diduga menyampaikan kepada Ketua DPRD Bone bahwa dirinya melarang orang lain memakan kue.
Sesampainya di kantin, YNS mengaku belum sempat memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.
"Baru saya duduk sebentar, saya belum sempat bicara satu kata pun, kue langsung dihamburkan ke muka saya," ujarnya.
YNS mengaku tindakan itu membuatnya terkejut karena belum mengetahui kesalahan yang dituduhkan kepadanya.
Ia kemudian mengaku kepalanya disiram menggunakan air mineral dari dalam botol.
Tak lama berselang, air yang tersisa kembali disiramkan ke wajahnya.
"Setelah habis airnya, botolnya langsung dilempar ke arah saya," katanya.
Tak hanya itu, YNS juga mengaku sempat dilempar menggunakan botol sambal.
Beruntung, lemparan tersebut tidak mengenai dirinya karena saat itu ia sudah bergerak menjauh.
"Saya sudah agak jauh, jadi botolnya jatuh di bawah. Tapi menurut saya, tidak pantas diperlakukan seperti itu sebelum saya diberi tahu apa kesalahan saya," ucapnya.
YNS mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di kantin DPRD Bone.
Saat kejadian berlangsung, menurutnya, terdapat banyak orang di lokasi.
Namun, ia mengaku tidak ada seorang pun yang berusaha menghentikan tindakan tersebut.
"Banyak orang di kantin, tapi tidak ada yang hentikan. Mereka hanya melihat saja," tuturnya.
Usai kejadian, YNS mengaku menangis dan membersihkan sisa kue yang menempel di wajahnya menggunakan tisu.
Ia juga telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan atas laporan yang dibuatnya di Polres Bone.
YNS menegaskan dirinya memilih menempuh jalur hukum karena merasa diperlakukan tidak semestinya.
Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, membantah tudingan telah melempar bosara berisi kue dan botol ke wajah staf Sekretariat.
Ia meminta agar informasi mengenai kejadian tersebut dikonfirmasi langsung kepada para saksi yang berada di lokasi.
"Waalaikum salam. Langsungmaki sama saksi untuk lebih jelasnya karena takutnya keterangan yang saya berikan tidak sesuai fakta di TKP, k' tabe," tulis Andi Tenri Walinonong.
Ia menegaskan, berdasarkan versinya, tidak ada insiden pelemparan bosara ke arah wajah maupun pelemparan botol ke badan pelapor.
Bosara adalah wadah atau nampan tradisional khas suku Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan, digunakan untuk menyajikan makanan, terutama kue-kue tradisional, kepada tamu pada acara adat maupun kegiatan seremonial.
Menurutnya, benda yang dilempar saat itu diarahkan ke tanah sebagai bentuk luapan kekesalan, bukan kepada pelapor.
"Pada intinya tidak ada insiden pelemparan bosara di wajahnya Yuli dan pelemparan botol di badannya. Semua itu tidak benar karena pada saat itu saya melemparkan ke arah tanah sebagai bentuk kekesalan," ujarnya.
Siapa Andi Tenri Walinonong?
Andi Tenri Walinonong salah satu politisi mencuri perhatian.
Ia dilantik menjadi Ketua DPRD Bone saat ia berusia 31 tahun.
Andi Tenri Walinonong lahir di Bone, 28 Desember 1993.
Ia merupakan perempuan pertama menjabat Ketua DPRD Bone.
Putri dari tokoh masyarakat Kecamatan Ulaweng H Andi Maddusila Takka.
Ibunya Hj Andi Hermi Sanawawi.
Saat Pemilu 2024, politisi Partai Gerindra ini meraih 7.828 suara.
Nama Andi Tenri Walinonong kembali viral saat Hari Jadi Bone ke-695 tahun.
Ia ikut mencuci keris acara Mattompang Akbar 10 ribu bilah badik dan keris di Lapangan Merdeka, Watampone
Penyucian keris di Bone dilakukan dalam ritual adat Mattompang Arajang.
Ritual ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Bone yang bertujuan untuk melestarikan budaya dan merawat benda pusaka. Ia nampak telaten dalam mencuci keris.
Andi Tenri Walinonong menghabiskan masa kecil di Salo Ningo Desa Timusu Kecamatan Ulaweng.
Ia sekolah pendidikan di TK Tomporeng Kesso, kemudian SD Inp 5/81 Timusu, SMP Negeri 1 Ulaweng, SMA Negeri 1 Ulaweng dan menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Direktris CV Putri Timusu ini adalah rising star DPRD Bone.
Nama: Andi Tenri Walinonong
TTL: Bone, 28 Desember 1993
Pendidikan
TK tomporeng Kesso
SD Inp 5/81 timusu
SMP Neg 1 ulaweng
SMA Neg 1 ulaweng
S1 Fak Hukum Unhas
Jenjang Karier
Direktris Putri Timusu
Ketua Yayasan TK Putra Batara
Manager ATW FC
Ketua DPRD Bone. (*)