Renungan Wanita Kaum Ibu Kristen, Yohanes 7:53-8:11, Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi
Chintya Rantung July 25, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan untuk wanita Kaum ibu kristen.

Pembacaan alkitab terdapat pada Yohanes 7:53-8:11.

Dalam isi renungan ini dikhususkan untuk para kaum ibu kristen dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Agar hidup sesuai dengan firman Tuhan.

Renungan ini pun bisa digunakan para wanita kaum ibu yang akan memimpin ibadah.

Ataupun dalam pertemuan kelompok kecil kaum ibu.

Tema perenungan adalah Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi.

Khotbah:

Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Sejak manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa maka turun temurun semua umat manusia menjadi 
berdosa.

Namun Tuhan Yesus diutus dari Sorga datang ke dunia untuk menebus manusia dari dosa.

Kesengsaraan-Nya, Salib-Nya, mati-Nya dan kebangkitan-Nya menganugrahkan keselamatan, penebusan dan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dan yang hidup melakukan kehendak Tuhan.

Keselamatan Tuhan Yesus ini harus direspons dengan kehidupan yang menanggalkan manusia lama yang penuh dosa ke kehidupan yang baru yaitu taat dan setia kepada Tuhan.

Iman kepada Tuhan Yesus harus diwujudkan dalam perbuatan.

Tuhan menghendaki bukan hanya pengakuan dosa tapi terlebih kehidupan yang mau bertobat.

Dari jalan hidup yang salah ke jalan hidup yang benar, di mana pertobatan dan pembaharuan hidup harus dilakukan terus menerus dalam kesetiaan kepada Tuhan. 

Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Bacaan Alkitab kita kali ini bertemakan "Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi". Terambil dari kisah nyata pelayanan 
Tuhan Yesus.

Suatu ketika, saat Tuhan Yesus sedang mengajar di bait Allah tiba-tiba datanglah para ahli Taurat dan orang

Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berzinah. 

Ia tertangkap basah sedang melakukan perzinahan. Menurut hukum Musa, jika seseorang melakukan perbuatan zinah dia harus dihukum mati dengan dirajam atau dilempari batu.

Jadi mereka datang kepada Yesus untuk mempertanyakan tentang kejadian tersebut dan mau mengetahui bagaimana sikap Tuhan Yesus.

Mereka sebenarnya tidak tulus untuk meminta tanggapan Tuhan Yesus terhadap perempuan pezinah itu tetapi mereka sebenarnya mau mencobai Tuhan Yesus.

Mereka ingin tahu jawaban Tuhan Yesus dan menjebak-Nya agar kedapatan bersalah. 

Memang betapa munafiknya ahli-ahli taurat dan orang Farisi terhadap Tuhan Yesus.

Mereka berkata bahwa perempuan yang tertangkap basah melakukan perzinahan harusnya dihukum dengan dilempari batu sebagaimana tradisi hukum Musa.

Namun Tuhan Yesus tidak serta merta mengiyakan pendapat mereka. Betapa bijaksananya Tuhan Yesus menanggapi perkataan mereka.

Ia tidak mengatakan boleh atau tidak boleh dilempari batu tapi Tuhan Yesus berkata "barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.

Apa yang kemudian terjadi saat Tuhan Yesus berkata demikian? 

Tidak ada satupun yang melempari perempuan berzinah itu dengan batu. Mereka satu persatu pergi meninggalkan Tuhan

Yesus dan perempuan yang berzinah itu. Namun Tuhan Yesus tidak membiarkan perempuan itu pergi begitu saja.

Ia berkata "Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi" Tuhan Yesus tidak menghukum perempuan itu atau melemparinya dengan batu atau menghakiminya, tetapi dengan satu kalimat singkat yang sarat makna, Yesus berkata 

"Pergi dan jangan berbuat dosa lagi".

Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Jika kita mengamati kehidupan di sekitar kita, masih sangat banyak perbuatan dosa yang tidak berkenan kepada 
Tuhan yang terus dilakukan.

Tuhan Yesus telah membuka pintu pengampunan dan memberikan penebusan dosa tetapi ternyata masih banyak yang suka berkubang dalam dosa yang sama bahkan berulang-ulang.

Tidak mau berbalik dan bertobat. Sudah dinasehati, ditegur, diperingatkan tetapi tetap mengeraskan hati.

Firman Tuhan mengingatkan kita untuk berubah, jangan terus hidup dalam dosa, ambil keputusan dan bertindak keluar dari zona dosa ke kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. 

Memang kuasa Iblis selalu merongrong kita agar terus hidup dalam dosa.

Hal-hal yang menyenangkan, mempesona, menguntungkan dan membahagiakan ditawarkan Iblis.

Hidup senang tapi berujung maut. Kita diberi pilihan memilih Jalan Tuhan atau jalan lain yang kelihatan baik dan menyenangkan tapi ujungnya mendatangkan kebinasaan. 

Firman Tuhan juga menasehati kita untuk jangan menjadi orang muhafik seperti para ahli taurat atau suka menghakimi 
seperti mereka.

Mereka menganggap diri mereka benar dan suci semantara orang lain berlumuran dosa.

Memang banyak orang membuka mata lebar-lebar terhadap kesalahan orang lain dan menutup mata terhadap kesalahannya sendiri.

Begitu cepat menilai kebobrokan orang padahal diapun banyak salahnya. 

Sebagai orang percaya, sebagai istri, mama dan oma jadilah orang percaya yang hidup taat dan setia.

Jangan munafik dan suka menghakimi orang lain. Belajarlah dari Tuhan Yesus yang pengasih, penyayang, tidak mendendam, suka mengampuni satu terhadap yang lain.

Jangan biarkan ada akar pahit yang menguasai hati dan pikiran kita hingga terus hidup dalam dosa. 

Istri setialah kepada suamimu. Jangan berzinah, Jangan ba hugel atau huter, Jangan melirik laki-laki lain sampai merusak 
rumah tangga orang.

Jangan jadi ibu-ibu yang suka menghakimi tapi menutup mata pada kesalahan sendiri. 

Kita memang tidak sempurna, kita manusia biasa yang bisa saja salah dan berdosa tetapi jangan menyerah kepada 
kemanusiaan kita lalu menganggap biasa hal-hal yang salah, jahat yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Sadari kesalahanmu dan perbaikilah. Jadilah teladan bagi banyak orang.

Menjadi istri mama oma yang takut akan Tuhan sehingga seluruh keluarga diberkati. Jadi bertobatlah selalu, hidup dalam 
pembaharuan, jangan keraskan hati, tetap setia sampai ajak menjemput, Amin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.