Begini Cara Petani Cegah Upwelling di Waduk Cengklik Boyolali, Kurangi Pakan hingga Siapkan Oksigen
Putradi Pamungkas July 25, 2026 11:32 AM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Petani karamba jaring apung (KJA) di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menerapkan berbagai strategi untuk mencegah kematian massal ikan akibat fenomena upwelling. 

Langkah antisipasi dilakukan setelah petani belajar dari pengalaman sebelumnya dan melihat dampak upwelling yang kini terjadi di Waduk Kedung Ombo.

Salah satu anggota kelompok KJA Waduk Cengklik, Suhartono, mengatakan upaya pencegahan dimulai dari pengaturan kepadatan ikan hingga pemberian pakan.

"Kepadatan ikan dijaga jangan terlalu banyak. Kemudian cara memberikan pakan juga jangan terlalu banyak," ujar Suhartono, Jumat (24/7/2026).

UPWELLING - Ilustrasi ikan mati akibat upwelling, beberapa waktu lalu. Petani karamba jaring apung (KJA) di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, menerapkan berbagai strategi untuk mencegah kematian massal ikan akibat fenomena upwelling.
UPWELLING - Ilustrasi ikan mati akibat upwelling, beberapa waktu lalu. Petani karamba jaring apung (KJA) di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, menerapkan berbagai strategi untuk mencegah kematian massal ikan akibat fenomena upwelling. (TribunSolo.com/Anang Ma'ruf)

Menurut Suhartono, kepadatan ikan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan petani agar kebutuhan oksigen di dalam karamba tetap tercukupi.

Selain itu, pemberian pakan juga diatur agar tidak berlebihan. Pasalnya, sisa pakan yang menumpuk dapat memengaruhi kualitas air dan meningkatkan risiko gangguan pada ikan.

Karena itu, para petani kini lebih disiplin menyesuaikan jumlah pakan dengan kebutuhan ikan yang dibudidayakan.

Siapkan Pompa untuk Menambah Oksigen

Selain mengatur kepadatan ikan dan pemberian pakan, petani KJA Waduk Cengklik juga menyiapkan pompa sebagai langkah antisipasi ketika kadar oksigen di perairan mulai menurun.

"Penambahan oksigen dengan pompa," katanya.

Petani juga menaikkan posisi jaring karamba agar ikan dapat berpindah ke lapisan air yang memiliki kandungan oksigen lebih baik.

"Jaring dinaikkan agar ikan pada naik sehingga oksigen terpenuhi," jelasnya.

Baca juga: Kematian Massal Ikan di Kedung Ombo Jadi Alarm, Petani Waduk Cengklik Boyolali Segera Antisipasi

Karamba Digeser Jika Kandungan Amonia Tinggi

Strategi berikutnya ialah memindahkan posisi karamba apabila kondisi perairan di sekitar lokasi budidaya memiliki kandungan amonia yang tinggi.

Dengan menggeser karamba ke lokasi yang kualitas airnya lebih baik, petani berharap ikan tetap dapat tumbuh optimal dan terhindar dari risiko kematian.

"Karamba bisa digeser ke tempat yang amonianya tidak banyak," imbuhnya.

Antisipasi Berdasarkan Pengalaman Upwelling

Suhartono menjelaskan seluruh langkah tersebut merupakan bentuk kewaspadaan petani KJA di Waduk Cengklik terhadap ancaman upwelling.

Fenomena tersebut pernah terjadi di Waduk Cengklik pada pertengahan Mei 2026.

Saat itu, sedikitnya belasan ton ikan milik petani KJA mati secara massal akibat menurunnya kadar oksigen di perairan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.