Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charle Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngada, menggelar kegiatan Sekolah Demokrasi, di SMAN 1 Inerie, Kabupaten Ngada. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan peran pelajar sebagai pemilih pemula sekaligus pengawas partisipatif dalam pemilu.
Ketua Bawaslu Ngada, Antonius Ndiwal, S.Fil., M.Th, hadir sebagai narasumber utama, didampingi staf hukum. Kegiatan itu diikuti puluhan siswa berusia 17 tahun yang akan menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang. Mereka didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Emirensiana Igo, S.Pd.Gr, dan sejumlah guru.
Kegiatan ini berlangsung di ruang belajar SMAN 1 Inerie, Rabu (22/7).
Dalam pemaparannya, Antonius Ndiwal menyampaikan sejarah demokrasi Indonesia, tugas penyelenggara pemilu, proses penyelenggaraan pemilu, syarat pemilih, hingga bagaimana pemilih pemula dapat menjadi mitra pengawasan partisipatif.
"Selain kegiatan penguatan kapasitas di internal lembaga, Bawaslu dalam masa di luar tahapan pemilu biasanya melakukan kegiatan konsolidasi demokrasi dengan berbagai pihak, sosialisasi kepada masyarakat, termasuk bawaslu goes to school," ujar Antonius Ndiwal.
Antonius Ndiwal mengapresiasi SMAN 1 Inerie yang telah menyediakan tempat dan waktu untuk kegiatan belajar bersama peserta didik.
"Kita harapkan ada titik api baru yang lahir dari sini untuk Ngada terkait kesadaran berdemokrasi," tambah Antonius Ndiwal.
Antonius Ndiwal mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu Ngada untuk membangun literasi politik sejak dini, agar pemilih pemula tidak hanya menggunakan hak pilih.
“Pemilih pemula diharapkan juga aktif mengawasi jalannya demokrasi. Peserta didik terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan dimaksud,” kata Antonius Ndiwal. (cha)