Pikap Hilang Kendali lalu Terguling di Banjar, 1 Korban Tewas dan 3 Terluka
Reny Fitriani July 25, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Martapura - Sebuah mobil pikap berwarna putih mengalami kecelakaan tunggal setelah diduga hilang kendali hingga terguling di Jalan A Yani, Desa Tanahintan, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/7/2026) pagi.

Baca Juga: Truk Rem Blong Hantam Motor dan Pejalan Kaki di Jombang, 2 Tewas 7 Luka-luka

Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun, pikap tersebut melaju dari arah Hulu Sungai menuju Martapura dengan tujuan Pelaihari.

Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan diduga berusaha menghindari kendaraan lain yang berada di depannya.

Namun, upaya tersebut membuat pikap kehilangan kendali.

Kendaraan kemudian oleng, terguling, hingga akhirnya terbalik di jalan raya.

"Tidak ada musuhnya. Dugaannya kecelakaan tunggal," ujar warga setempat, Supardi.

Supardi mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari istri pengemudi, kecelakaan bermula ketika pikap mencoba menghindari kendaraan di depan. Setelah itu, kendaraan tidak terkendali dan mengalami kecelakaan.

"Dari informasi sementara, ada empat korban. Satu meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka," ujarnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penanganan terkait kecelakaan tersebut.

Unit Laka Satlantas Polres Banjar masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Kasus kecelakaan serupa, kecelakaan tunggal mobil pikap terjadi di ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 717+600/A pada Kamis (4/6/2026).

Kendaraan bermuatan minyak goreng kemasan itu terguling setelah mengalami pecah ban.

Dalam insiden ini, pengemudi pikap, Harry Fran Sigit (46) warga Desa Ngrawan, Kecamatan Berbek, Nganjuk, meninggal di tempat. 

Kanit PJR Jatim 3, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sudirman mengungkap kronologi laka tunggal maut tersebut.

Kejadian bermula saat kendaraan pikap Daihatsu Gran Max AG 9646 VJ melaju dari arah Mojokerto menuju Surabaya.

Kendaraan melaju dalam kecepatan sedang di sisi kiri atau jalur lambat sekitar pukul 13.20 WIB.

Setibanya di lokasi kejadian, diduga kendaraan mengalami pecah ban hingga melaju tak terkendali.

"Kendaraan diduga pecah ban kiri, kemudian pengemudi hilang kendali sehingga oleng ke kanan dan kendaraan terguling," terang AKP Sudirman.

Menurutnya, dua penumpang mengalami luka ringan, yaitu Agung (38) dan Galang (15), keduanya warga Desa Kacangan, Berbek, Nganjuk.

"Pengemudi, Harry Fran Sigit kondisinya meninggal dunia," pungkas AKP Sudirman.

Polisi PJR bersama petugas pengelola jalan Tol Sumo mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan tunggal tersebut. 

Sumber: BanjarmasinPost.co.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.