Asosiasi Kopdes Luncurkan Radio Merah Putih, Bukan Milik Pemerintah, Informasikan Harga Barang KDMP
ninda iswara July 25, 2026 12:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Asosiasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kabupaten Banyuwangi mengungkap alasan di balik hadirnya Radio Merah Putih sebagai media informasi bagi masyarakat.

Radio Merah Putih resmi diluncurkan pada 22 Juli 2026 dan dapat diakses secara luas melalui layanan streaming menggunakan ponsel.

Dalam acara peluncuran tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari turut hadir sebagai tamu undangan.

Namun, ia menegaskan bahwa radio tersebut bukan merupakan program yang dibuat oleh pemerintah.

"Bukan Bakom dan pemerintah yang membuat Radio Merah Putih. Yang membuat adalah Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi. Mereka minta saya hadir dalam siaran pertama Radio Merah Putih tersebut," ujar Qodari kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026) malam.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kopdes Merah Putih Kabupaten Banyuwangi Imam Maskun menjelaskan bahwa kehadiran radio tersebut bertujuan untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga: 48 Gerai KDMP Sudah Berdiri di Sumenep, tapi Belum Beroperasi, Tak Ada Barang Dijual: Belum Dipasok

Menurut Imam, salah satu informasi yang perlu disampaikan secara rutin adalah perkembangan harga kebutuhan pokok yang tersedia di gerai Kopdes Merah Putih.

Ia menjelaskan bahwa setiap Kopdes Merah Putih nantinya memiliki gerai sembako, sehingga masyarakat membutuhkan informasi terbaru mengenai harga barang sebelum melakukan pembelian.

"Kayak umpamanya kita itu 1 jam atau 1 hari dua kali update (harga) barang-barang itu, maka benar-benar masyarakat ini tahu gitu loh, bahwa di koperasi itu ada harga-harga barang subsidi yang murah sesuai HET," kata Imam.

Melalui Radio Merah Putih, informasi terkait harga dan berbagai kegiatan koperasi diharapkan dapat tersampaikan lebih cepat kepada masyarakat.

Asosiasi Kopdes Merah Putih Banyuwangi berharap keberadaan radio ini mampu menjadi sarana komunikasi yang mendukung pelayanan koperasi sekaligus memperkuat hubungan dengan warga.

Imam menjelaskan, Radio Merah Putih juga akan menyiarkan sosialisasi mengenai manfaat menjadi anggota Kopdes Merah Putih. 

Dia membeberkan, anggota koperasi memiliki manfaat seperti bisa belanja lebih murah, hingga mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU). 

"Jadi benar-benar radio ini berfungsi untuk kemasyarakatan di samping sosialisasi untuk koperasi sendiri, juga nanti juga ada program kayak kesehatan atau aduan apa. Nah ini akan menjadi bahan penyambung untuk market kita kepada masyarakat, berupa radio sebagai sarana dan prasarana untuk memberikan informasi yang akurat barang-barang contoh barang-barang subsidi," jelasnya. 

Menurut Imam, Radio Merah Putih akan meng-update informasi akurat mengenai barang, baik food ataupun non-food, yang tersedia di Kopdes Merah Putih. 

Dia turut menekankan bahwa barang-barang binaan koperasi yang merupakan hasil UMKM tidak kalah dengan produk-produk pabrikan. 

"Nah tetapi harganya itu di bawah harga ritel sesuai dengan apa yang diharapkan dari pemerintah pusat. Di sini ada semua. Nah itu masyarakat supaya tahu nantinya itu melalui Radio Merah Putih ini update kayak barang-barang subsidi, kayak barang-barang yang premium pun produk-produk kayak BUMN, kayak BULOG, apa itu semua itu akan benar-benar tersampaikan ke masyarakat," papar Imam. 

Selanjutnya, Imam menegaskan bahwa biaya operasional dari Radio Merah Putih ini tidak terlalu mahal. 

Meski tidak mahal, kata Imam, kehadiran Radio Merah Putih sangat diperlukan masyarakat. 

"Karena memang barang-barang kita yang dijual ini harganya itu harga murah, harga sesuai HET," ucapnya. 

Baca juga: Polemik Kipas Angin KDMP Rp 1,8 T, Dirut Agrinas Minta Media Ramaikan: Saya Bisa Promosi Gratis

RADIO MERAH PUTIH - Asosiasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kabupaten Banyuwangi menciptakan Radio Merah Putih, bukan milik pemerintah, informasikan seputar harga barang di KDMP (Dokumentasi/Asosiasi kopdes Merah Putih)

Lebih jauh, Imam mengeklaim masyarakat memberikan feedback yang baik terhadap Radio Merah Putih. 

Imam turut memamerkan omzet gerai Kopdes Merah Putih di Banyuwangi merupakan yang tertinggi ke-2 di Jawa Timur sejak Desember 2025. 

"Waduh ini luar biasa, dikarenakan apa? Kayak harga telur umpamanya di kita ini ternyata lebih murah daripada di ritel atau modern gitu. Dan omzet kita itu kemarin itu kita nomor 2 se-Jawa Timur. Itu dapat penghargaan kemarin dari Bu Gubernur kita ranking 2 se-Jawa Timur," kata Imam. 

Sementara itu, Imam menyebut pihaknya turut memanfaatkan media lain untuk promosi Kopdes Merah Putih, seperti baliho, billboard, Instagram, dan TikTok. 

Dia mengatakan, di Banyuwangi, diharapkan Radio Merah Putih yang hadir di ponsel dapat menjadi favorit bagi ibu-ibu. 

"Nah ini aplikasi yang gini akan nantinya itu di tempat pos-pos ngopi atau tempatnya di pasar-pasar itu, jadi media informasi ini lebih sangat didominasi biar nantinya sama radio populernya ke radio emak-emak," imbuh Imam.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.