Sayembara Dedi Mulyadi: Viral Ojol Bekuk Begal di Bandung Ternyata Tanpa Bukti, Hadiah Terancam Batal
TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Beberapa hari setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah hingga Rp 50 juta, muncul video viral penangkapan kawanan begal.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi atau KDM menggelar sayembara buat siapa saja yang bisa menangkap maling, begal hingga perampok dan sejenisnya.
Sayembara digelar mengingat di wilayah Bandung dan sekitarnya banyak terjadi kasus kriminalitas.
Baca juga: Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Hadiah hingga Rp 50 Juta, Buat yang Bisa Nangkap Begal dan Sejenisnya
Dalam video yang beredar baru-baru ini, menayangkan sejumlah pengemudi ojek online (Ojol) dinarasikan telah berhasil menangkap empat terduga pelaku begal yang sempat beraksi di wilayah Kabupaten Bandung.
Dalam video itu terlihat para pengemudi ojol sedang merekam para terduga pelaku yang telah dibawa ke Kantor Polsek Baleendah.
Pengemudi ojol itu pun menarasikan bahwa mereka masih berstatus pelajar.
Selain itu, seorang pengemudi ojol tersebut melanjutkan dalam narasinya, para terduga pelaku kedapatan membawa senjata tajam. Sementara itu, terduga pelaku yang ditangkap terduduk lemas di lantai.
"Pak Dedi, Pak Dedi, nih. Sampah masyarakat tertangkap, Pak Dedi. Anak-anak masih sekolah sudah bawa-bawa samurai (senjata tajam), Pak Dedi," ucap pengemudi ojol dalam video itu.
Kasus itu bahkan turut menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Dedi berniat memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada para pengemudi ojol.
"Selanjutnya nanti tim saya akan berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian. Akang-akang tidak usah khawatir, bonus sayembara nanti pasti kami berikan. Terima kasih, hatur nuhun," katanya.
Kendati demikian, kepolisian memastikan narasi penangkapan yang sempat beredar tersebut tidaklah benar.
Peristiwa tersebut dipastikan berakhir damai dengan musyawarah lantaran tidak ditemukan barang bukti.
Kapolsek Baleendah AKP Noki Nurmansyah mengungkapkan, aksi penangkapan yang dilakukan para pengemudi ojol kepada terduga pelaku tersebut sebenarnya terjadi di wilayah Kecamatan Bojongsoang.
Terduga pelaku yang berjumlah empat pemuda tersebut dikabarkan melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Bojongsoang. Akhirnya terduga pelaku tersebut diamankan oleh para pengemudi ojol.
Namun bukannya dibawa ke kantor polisi terdekat ataupun Polsek Bojongsoang yang merupakan pemilik wilayah hukum, para pengemudi ojol itu justru membawa terduga pelaku ke Polsek Baleendah.
"Memang ada laporan kejadian begal di Bojongsoang. Nah, dibawalah (terduga pelaku) ke Baleendah. Dibawa ke sini karena mereka saling kenal dengan anggota di sini," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).
Setelah tiba di sini, Noki melanjutkan, karena tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah Bojongsoang, pihaknya kemudian menyerahkan terduga pelaku tersebut ke Polsek Bojongsoang.
Saat dilakukan pemeriksaan mendalam di Polsek Bojongsoang, pihak kepolisian sama sekali tidak menemukan barang bukti senjata tajam seperti yang dituduhkan dalam video yang beredar tersebut.
"Pada saat di Polsek itu ternyata tidak ada senjata tajam, tidak ada sama sekali. Ya sekarang, Polsek Bojongsoang juga mau memproses apa kalau tidak ada barang buktinya," katanya.
Lebih lanjut, Noki mengatakan tuduhan yang viral itu pun sempat memantik protes dari pihak keluarga keempat pemuda.
Keluarga tak menerima anak-anaknya dicap sebagai pelaku kejahatan tanpa bukti yang sah.
"Alibinya (senjata tajam) dilempar, dibuang. Kalau dibuang harusnya bisa diambil karena ojol di sana kan banyak, sebagai bukti kalau memang benar. Kalau polisi kan butuh bukti," ucapnya.
Selain itu, terkait atensi KDM yang sempat menjanjikan hadiah uang tunai untuk pengemudi ojol dan pihak kepolisian, Noki menyebut perwakilan KDM sudah berupaya memfasilitasi ruang klarifikasi.
Di mana, pihak kepolisian diundang untuk hadir guna meluruskan simpang siur informasi ini. Hanya saja, agenda klarifikasi itu terkendala lantaran pengemudi ojol mendadak sulit dihubungi.
"Katanya HP-nya hancur. Terus waktu didatangi ke rumahnya, ibunya sedang sakit stroke dan tidak bisa bicara. Tadi ada kabar dia pergi ke Cililin (KBB), ke rumah istrinya," ujar Noki.
Di sisi lain, Noki menegaskan bahwa sebagai anggota Polri, dirinya tak bisa menghadiri undangan klarifikasi itu secara sembarangan tanpa adanya perintah resmi dari Kapolres maupun Polda Jawa Barat.
Di tempat berbeda, saat dihubungi terpisah Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia menegaskan bahwa kasus yang sempat memicu kegaduhan di media sosial ini sudah selesai.
Undi mengungkapkan, saat ini keempat pemuda yang sempat dibawa ke kepolisian tersebut sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing lantaran tidak terbukti melakukan tindak pidana.
"Enggak ada yang ditahan, dikembalikan lagi. Enggak ada senjata tajam. Tadi juga Kapolres nanyain ke saya, ada juga Gubernur menghubungi. Tapi itu enggak ada apa-apa, sudah dikembalikan lagi," katanya.
Lebih lanjut, Undi menjelaskan, setelah dilakukan pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan ojol, seluruh pihak sepakat menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan.
Tak sampai di situ, oknum ojol yang melayangkan tuduhan begal pun diminta untuk bertanggung jawab dan melakukan klarifikasi atas narasi keliru yang terlanjur mereka sebarkan.
"Mereka tanggung jawab, akhirnya mereka akan klarifikasi. Memang ada penyerahan dari Baleendah tapi ternyata itu hanya kesalahpahaman saja dan sudah selesai," ucapnya. (*)