Politisi PDIP Guntur Romli Ungkap Makna "Londo Ireng", Sebut Bisa Jadi Alat Intimidasi Kekuasaan
Ni'amu Shoim Assari Alfani July 25, 2026 12:58 PM

Politikus PDIP, Guntur Romli, menyoroti penggunaan istilah "Londo Ireng" yang belakangan menjadi perbincangan publik. 

Menurutnya, secara harfiah istilah tersebut merujuk pada sebutan bagi pribumi yang bekerja untuk pemerintah kolonial Belanda demi kedudukan dan kenyamanan. 

Hal ini disampaikan Guntur Romli melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Sabtu (25/7).

Ia menilai istilah itu berkembang sebagai simbol sosial yang menggambarkan pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat tanpa harus diucapkan secara langsung. 

"Secara harfiah Londo ireng berarti Londo atau Belanda hitam. Istilah Jawa yang dulu disematkan pada pribumi yang bekerja untuk kolonial. yang mengabdi pada penjajah demi posisi dan kenyamanan," ujarnya.

Dalam perkembangannya, "Londo Ireng" kerap digunakan untuk menyebut figur publik, birokrat, maupun elite yang dianggap tunduk pada kepentingan asing, oligarki, atau kekuatan modal. 

"Secara sosial istilah ini hidup karena masyarakat butuh kosa kata untuk menamai kegelisahan kolektif. Rasa dikhianati oleh orang sebangsa yang justru melayani kepentingan asing atau kekuasaan yang menindas," jelasnya.

Guntur menilai penggunaan istilah tersebut telah bergeser menjadi label politik yang mudah disematkan kepada seseorang. 

Menurutnya, pelabelan seperti itu lebih sering menjadi stigma daripada analisis yang didasarkan pada fakta dan bukti. 

Ia mengingatkan bahwa tuduhan tanpa pembuktian berpotensi menghakimi seseorang tanpa melalui proses yang adil.

Politikus PDIP itu menilai persoalan yang kompleks tidak semestinya disederhanakan hanya dengan memberikan cap tertentu kepada individu atau kelompok. 

Maka dari itu, Guntur mengajak masyarakat lebih berhati-hati sebelum melontarkan tudingan kepada pihak lain. 

Menutup pernyataannya, Guntur mengingatkan bahwa setiap orang juga perlu melakukan introspeksi karena penilaian terhadap orang lain seharusnya diiringi dengan sikap mengoreksi diri sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.