Viral Aksi Pembobolan Konter HP di Sukoharjo Terekam CCTV, Pelaku Masuk Lewat Plafon
Putradi Pamungkas July 25, 2026 01:16 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Rekaman CCTV aksi pembobolan konter HP di Jalan Veteran Nomor 72, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah viral di media sosial. 

Video berdurasi 24 detik itu memperlihatkan seorang pria masuk ke dalam toko dengan cara turun dari plafon sebelum mencari barang berharga di dalam konter.

Aksi pencurian tersebut terjadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB saat kondisi toko sudah tutup dan tidak ada seorang pun karyawan yang berjaga.

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat turun dari bagian plafon bangunan lalu berjalan di atas kaca etalase.

Namun, wajah pelaku tidak tampak jelas karena posisi kamera CCTV terpasang terlalu rendah sehingga hanya merekam sebagian tubuhnya.

Menariknya, seluruh etalase di dalam konter tampak kosong.

Tidak ada satu pun telepon seluler yang dipajang sehingga pelaku diduga gagal membawa barang berharga.

BOBOL KONTER - Suasana konter Galaxy Sukoharjo, Sabtu (25/7/2026). Sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi seorang pria membobol sebuah konter telepon seluler di Jalan Veteran Nomor 72, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, viral di media sosial.
BOBOL KONTER - Suasana konter Galaxy Sukoharjo, Sabtu (25/7/2026). Sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi seorang pria membobol sebuah konter telepon seluler di Jalan Veteran Nomor 72, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, viral di media sosial. (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Pelaku Diduga Masuk Lewat Atap

Salah seorang karyawan Konter Galaxy, Antok Saputro, mengatakan pelaku diduga masuk melalui sisi bangunan, kemudian naik ke atap sebelum merusak plafon untuk masuk ke dalam toko.

"Jadi kejadiannya sekitar jam 03.00 WIB dini hari. Dugaan sementara pelaku masuk lewat samping konter, kemudian naik ke atap dan masuk dengan merusak plafon," kata Antok saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Antok, akses di samping bangunan memang memungkinkan seseorang memanjat ke bagian atap. Dugaan itu diperkuat dengan adanya genteng yang rusak.

"Kalau dari samping memang kemungkinan bisa dinaiki. Dugaan kami pelaku masuk dari sana karena ada bekas genteng yang belum diperbaiki," ujarnya.

Keberadaan pelaku baru diketahui saat karyawan membuka toko pada pagi hari. Mereka mendapati sebuah kursi panjang setinggi sekitar satu meter berada di atas kaca etalase.

Kursi tersebut diduga digunakan pelaku untuk memanjat kembali menuju plafon saat hendak keluar dari dalam konter. Seluruh aksinya juga terekam kamera CCTV.

Baca juga: 2 Residivis Gasak Motor dan HP Pria yang Tertidur di Simpang Sekar Pace Solo

Pembobolan Kedua dalam Dua Pekan

Belakangan diketahui, pembobolan tersebut bukan kali pertama terjadi. Konter HP Galaxy sudah dua kali menjadi sasaran pencurian dalam rentang waktu yang berdekatan, hanya berselang sekitar dua pekan.

Pada aksi pertama yang terjadi Minggu (5/7/2026), pelaku berhasil membawa tiga unit telepon seluler, terdiri atas dua unit Vivo dan satu unit Redmi.

Total kerugian yang dialami pemilik konter mencapai sekitar Rp10 juta.

Belajar dari kejadian itu, pihak konter mengubah sistem pengamanan.

Setiap toko tutup, seluruh stok telepon seluler dipindahkan ke rumah pemilik sehingga tidak lagi disimpan di dalam konter pada malam hari.

Langkah tersebut terbukti efektif.

Saat pelaku kembali beraksi pada Kamis (23/7/2026), tidak ada satu pun telepon seluler yang berhasil dibawa karena seluruh barang dagangan telah diamankan sebelumnya.

"Untuk kejadian kedua tanggal 23 Juli tidak ada barang yang diambil. Semua HP sudah kami pindahkan ke rumah owner setiap malam setelah tutup toko," jelasnya.

Antok mengatakan, sebelum pencurian pertama, konter biasanya menyimpan sekitar 40 unit telepon seluler di lokasi.

"Kalau dulu total ada sekitar 40 unit HP di konter. Waktu kejadian pertama yang hilang hanya tiga unit, dua Vivo dan satu Redmi dengan kerugian sekitar Rp10 juta," katanya.

Baca juga: Kencan Berujung Penipuan, Pria Ini Gasak HP Wanita Asal Klaten yang Dikenal Lewat Medsos

Polisi Gabungkan Laporan

Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah pembobolan pertama.

Sementara itu, laporan pembobolan kedua digabungkan dengan kasus sebelumnya karena tidak menimbulkan kerugian materi.

"Pencurian pertama sudah kami laporkan dan polisi juga sudah olah TKP. Untuk kejadian kedua karena tidak ada kerugian, laporannya dijadikan satu dengan kasus pertama," ungkap Antok.

Pihak konter menduga pelaku yang beraksi pada pembobolan kedua merupakan orang yang sama dengan pelaku pencurian sebelumnya.

Dugaan itu muncul karena pelaku menggunakan pola yang identik, yakni masuk melalui atap, merusak plafon, lalu turun ke dalam ruangan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.