Kalender Jawa 25 Juli 2026 Sabtu Pon dan Wuku Pahang, jadi Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia
Fitriadi July 25, 2026 01:23 PM

POSBELITUNG.CO -- Tanggal 25 Julli 2026 dalam kalender Jawa merupakan hari Sabtu Pon dengan Wuku Pahang.

Hari ini memiliki neptu berjumlah 16, kombinasi dari Sabtu bernilai neptu 9 dan pasaran Pon bernilai neptu 7.

Angka 16 dalam tradisi masyarakat Jawa dianggap cukup tinggi dan sering dikaitkan dengan datangnya rezeki serta kemudahan hidup.

Baca juga: Biodata Tribrata Anak Ferdy Sambo Dilantik Prabowo jadi Perwira Polri, Resmi Sandang Pangkat Ipda

Bagi sebagian masyarakat Jawa, weton bukan sekadar penanda hari kelahiran, melainkan dianggap menjadi cerminan watak dasar seseorang.

Hal ini merupakan tradisi turun temurun. Mempelajari Primbon Jawa merupakan bagian dari melestarikan budaya leluhur.

Weton Sabtu Pon dengan neptu 16 dikenal membawa karakter yang sabar, tenang, dan penuh tanggung jawab. 

Pemilik weton ini cenderung memiliki hati yang lapang, suka menolong orang lain, dan mampu menjadi sosok penenang di tengah lingkungannya. 

Di balik ketenangannya, tersimpan pula ambisi dan jiwa kepemimpinan yang cukup kuat, sehingga mereka sering tampil sebagai figur yang dipercaya untuk mengambil keputusan. 

Baca juga: Kalender Jawa 24 Juli 2026 Weton Jumat Pahing, Diperingati Hari Kebaya Nasional

Namun demikian, weton ini juga perlu mewaspadai kecenderungan mudah curiga dan sikap yang terlalu memendam perasaan, karena hal itu berpotensi menghambat hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Sementara itu, Wuku Pahang berada di bawah naungan Batara Tantra, yang dalam kosmologi Jawa melambangkan sifat pengayom, keteguhan hati, dan pembawaan yang tenang namun tajam dalam membaca situasi. 

Ketika watak Sabtu Pon yang sabar dan bertanggung jawab berpadu dengan karakter Wuku Pahang yang melindungi dan teguh, lahirlah pribadi yang tenang di permukaan tetapi kuat secara batin, mampu menjaga amanah dalam jangka panjang, serta memiliki kepekaan yang baik terhadap kondisi orang di sekitarnya. 

Perpaduan ini menjadikan sosok Sabtu Pon Wuku Pahang sebagai figur yang dapat diandalkan, baik dalam lingkungan keluarga maupun sosial yang lebih luas.

25 Juli jadi Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia

Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 25 Juli. Hari ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 2021.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya tenggelam sekaligus mengedukasi publik mengenai cara-cara untuk mencegah dan menyelamatkan orang yang tenggelam.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 236.000 orang tenggelam setiap tahun. Sebagian besar korban merupakan anak-anak yang berusia lima hingga 14 tahun.

Penetapan Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia berawal dari disahkannya Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor A/RES/75/273 tentang "Global Drowning Prevention" pada 28 April 2021.

Resolusi tersebut merupakan yang pertama dalam sejarah PBB yang secara khusus membahas pencegahan tenggelam sebagai isu kesehatan masyarakat global.

Melalui resolusi itu, PBB menetapkan 25 Juli sebagai Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia yang diperingati setiap tahun oleh seluruh negara anggota.

PBB juga menunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan dan kampanye pencegahan tenggelam di tingkat internasional

Sejak saat itu, WHO bersama pemerintah, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga komunitas lokal rutin menggelar edukasi keselamatan di air, pelatihan pertolongan pertama, serta kampanye pentingnya kemampuan berenang dan pengawasan anak di sekitar perairan.

Latar belakang lahirnya peringatan ini tidak lepas dari fakta bahwa tenggelam masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat cedera yang tidak disengaja di dunia.

WHO memperkirakan sekitar 236.000 orang meninggal karena tenggelam setiap tahun, dengan lebih dari 90 persen kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan, terutama mereka yang tinggal di dekat sungai, danau, kolam, atau wilayah pesisir.

Melalui Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia, PBB dan WHO mengajak seluruh negara untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan yang telah terbukti efektif, seperti memasang penghalang di area perairan berbahaya, menyediakan tempat penitipan anak yang aman, mengajarkan keterampilan berenang dan keselamatan di air, melatih masyarakat melakukan penyelamatan dan resusitasi dengan aman, serta memperketat regulasi keselamatan pelayaran dan pengelolaan risiko banjir.

Pesan utama yang diusung adalah bahwa setiap orang berisiko tenggelam, tetapi tidak ada seorang pun yang seharusnya kehilangan nyawa karena tenggelam jika langkah pencegahan dilakukan dengan baik.

(Posbelitung.co/Tribunnews.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.