Mengamuk Sambil Membawa Golok, Pria Alami Gangguan Jiwa di Tulungagung Berhasil Diamankan
Samsul Arifin July 25, 2026 03:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Situasi di kawasan depan Asrama Penampungan Pinka Timur Sungai Ngrowo, Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jatim, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan terlihat mengamuk sambil membawa sebilah golok sehingga memicu kepanikan warga sekitar.

Pria tersebut berteriak-teriak dan mengeluarkan tantangan kepada warga yang berada di lokasi.

Aksinya membuat masyarakat memilih menjaga jarak sambil menunggu aparat kepolisian datang untuk mengendalikan situasi agar tidak menimbulkan korban.

Belakangan diketahui pria tersebut diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia merupakan warga Desa Salam Wates, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, berinisial AS (36).

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi mengedepankan pendekatan persuasif. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah situasi dapat dikendalikan tanpa tindakan kekerasan, meski warga sempat mengepung pelaku karena khawatir aksinya membahayakan keselamatan.

Setelah berhasil diamankan, AS langsung dibawa ke RSUD laporan pertama diterima saat AS mengamuk di wilayah Kelurahan S itu, AS membawa senjata tajam sehingga membuat warga sekitar maupun pengguna jalan merasa ket dr Iskak Tulungagung untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kebutuhannya.

Baca juga: Rawat ODGJ Terlantar, Kisah Perjuangan Pak Purnomo Mengejar Terima Kasih dari Tuhan

Sempat Dilaporkan Mengamuk di Lokasi Berbeda

“Sebelumnya masuk laporan dari masyarakat melalui sambungan 110, ada ODGJ yang mengganggu lingkungan,” jelas Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto, Sabtu siang.

Puji menjelaskan, laporan pertama diterima saat AS mengamuk di wilayah Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung pada Jumat (24/7/2026) menjelang tengah malam.

Saat itu, AS membawa senjata tajam sehingga membuat warga sekitar maupun pengguna jalan merasa ketakutan.

Namun sebelum aparat kepolisian melakukan tindakan, seorang teman AS datang dan berhasil membujuknya untuk meninggalkan lokasi.

“Waktu itu di lokasi sudah ada patroli Obvit dan Patwal Polres Tulungagung. Sebelum ditangani, dia dibawa temannya, katanya mau dibawa pulang,” sambung Puji.

Petugas pun memberikan kesempatan kepada teman AS untuk membawanya pulang.

Polisi Manfaatkan Kesempatan Saat Golok Diletakkan

Beberapa waktu kemudian, polisi kembali menerima laporan melalui masyarakat. Kali ini, pria yang diduga ODGJ tersebut mengamuk di kawasan Pinka Timur, Kelurahan Kutoanyar.

Saat petugas mendatangi lokasi, mereka memastikan bahwa pria yang membuat keresahan itu merupakan AS, orang yang sebelumnya dilaporkan mengamuk di Kelurahan Sembung.

Di lokasi kejadian, warga telah mengepung AS. Sebagian di antaranya bahkan membawa pentungan berukuran panjang sebagai langkah antisipasi apabila situasi semakin membahayakan.

Dalam proses pendekatan yang dilakukan aparat, AS sempat meletakkan golok yang dibawanya di atas aspal jalan.

Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan petugas dengan menggeser senjata tajam itu menggunakan sebuah galah sehingga tidak lagi berada dalam jangkauan AS.

Pelaku Dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung

Setelah golok berhasil diamankan, petugas melanjutkan proses evakuasi terhadap AS. Upaya tersebut berlangsung lancar tanpa adanya tindakan represif maupun kekerasan fisik.

“Akhirnya dia berhasil kami amankan dengan damai, tidak ada aksi kekerasan. Semua berjalan dengan aman,” ucap Puji.

Usai diamankan, AS kemudian dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung guna memperoleh penanganan medis lebih lanjut sesuai kondisi yang dialaminya.

Suasana di depan Asrama Penampungan Pinka Timur Sungai Ngrowo, Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung menjadi tegang, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.