Inovasi KKN UM Surabaya, Olah Purun Belitung Jadi Sedotan Bernilai Jual
Evan Saputra July 25, 2026 04:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Melihat melimpahnya potensi lahan basah di Desa Dukong, Belitung, peserta KKN UM Surabaya menggelar pelatihan pembuatan sedotan alami berbahan dasar batang purun.

Produk ramah lingkungan ini diproyeksikan menjadi komoditas unggulan desa yang siap disalurkan ke berbagai kafe dan restoran di Tanjungpandan.

Program yang digagas mahasiswi UM Surabaya, Hartati, tersebut mengusung misi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Hartati mengatakan, ide tersebut muncul setelah melihat melimpahnya tanaman purun yang tumbuh di kawasan lahan basah Desa Dukong namun belum dimanfaatkan secara optimal.

"Kami ingin menghadirkan solusi nyata yang tidak hanya mereduksi sampah plastik di lingkungan pemukiman, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi baru bagi ibu rumah tangga dan remaja putri di Desa Dukong," ujarnya pada Sabtu (27/7/2026).

Ia menjelaskan selama satu bulan pelaksanaan KKN, berbagai kegiatan dilakukan secara bertahap, mulai dari observasi lapangan, sosialisasi bahaya sampah plastik, hingga pelatihan teknis pembuatan sedotan berbahan batang purun.

Kemudian, peserta diajarkan seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, sterilisasi, pengeringan, hingga menghasilkan sedotan yang siap digunakan.

Tidak hanya keterampilan produksi, warga juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen keuangan sederhana, pengelolaan waktu produksi, serta keselamatan kerja untuk mendukung pengembangan usaha.

"Alhamdulillah peserta juga melampui target. Ada lebih dari 25 warga yang didominasi ibu rumah tangga dan remaja putri mengikuti pelatihan," kata Hartati.

Ia berharap produk sedotan purun hasil karya warga diharapkan dapat dipasarkan ke berbagai kafe dan restoran di Tanjungpandan.

Bahkan berpotensi menjadi produk unggulan desa melalui konsep one village one product

"Kami berharap masyarakat tidak hanya semakin peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tapi juga mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga," katanya.

(posbelitung.co/dede suhendar) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.