SURYA.co.id, JOMBANG – Persiapan kawasan bazar dan expo untuk Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, terus dikebut.
Hingga Sabtu (25/7/2026), pembangunan area yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi selama muktamar itu telah mencapai sekitar 80 persen.
Panitia menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum dilakukan peninjauan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Kawasan seluas sekitar 1,5 hektare tersebut nantinya mampu menampung hingga 350 stan UMKM dari berbagai daerah.
Baca juga: 16 Gedung Sekolah di Tambakberas Jombang Disulap Jadi Asrama Muktamar NU
Penanggung Jawab Parkir dan Expo Muktamar ke-35 NU, H. Irfan Karnadi, mengatakan saat ini penyelesaian difokuskan pada area bazar dan fasilitas pendukung agar siap beroperasi sesuai jadwal.
"Kami optimistis seluruh lokasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga siap digunakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar Irfan kepada Tribunjatim.com.
Irfan menjelaskan panitia menyediakan empat bidang lahan yang akan difungsikan sebagai kawasan bazar sekaligus area parkir kendaraan. Sebagian besar lokasi telah siap digunakan, sementara satu area lainnya masih dalam tahap penyempurnaan.
Dari total lahan sekitar 1,5 hektare, dua zona utama akan difokuskan sebagai lokasi bazar dan expo dengan kapasitas sekitar 300 hingga 350 stan.
Kesempatan mengikuti bazar tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku UMKM asal Jombang, tetapi juga terbuka bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
"Panitia masih menerima pendaftaran calon peserta yang ingin memasarkan produknya selama Muktamar berlangsung," kata Irfan.
Selain menjadi pusat promosi produk, kawasan expo juga dirancang sebagai ruang interaksi bagi para pengunjung.
Panitia berencana menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, meski konsepnya masih menunggu persetujuan PBNU.
"Untuk hiburan lainnya, masih menunggu dari PBNU dulu," ujarnya.
Panitia menjadwalkan kawasan bazar mulai beroperasi pada 22 Agustus 2026 atau lima hari sebelum Muktamar ke-35 NU resmi dibuka.
Dengan demikian, aktivitas perdagangan dan promosi produk UMKM di kawasan Tambakberas diharapkan sudah mulai bergeliat sejak masa pra-Muktamar.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan seluruh pekerjaan fisik terus dipacu agar selesai tepat waktu.
Fokus pengerjaan saat ini meliputi pengurukan lahan bazar, penataan area parkir, serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di sejumlah titik.
Menurutnya, waktu yang tersisa hingga akhir Juli masih cukup untuk menuntaskan seluruh pekerjaan pendukung pelaksanaan Muktamar.
Gus Rozaq memastikan penyelenggaraan Muktamar tidak akan mengganggu mobilitas masyarakat sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Selama kegiatan berlangsung, kendaraan umum tidak diperbolehkan memasuki kawasan pondok. Para peserta akan diturunkan di titik tertentu sebelum diantar menuju lokasi menggunakan kendaraan golf car.
"Pelaksanaan Muktamar harus memberikan manfaat, bukan justru menyulitkan masyarakat. Karena itu akses warga tetap kami prioritaskan," tegas Gus Rozaq.
Ia menambahkan, kendaraan yang diizinkan masuk ke kawasan pondok hanya milik keluarga ndalem serta tamu VVIP yang telah terdaftar.
Sementara itu, aktivitas warga di sekitar lokasi dipastikan tetap berjalan seperti biasa.