TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI -Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum menentukan dukungan kepada calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
PWNU Sultra menyatakan masih mencermati dinamika yang berkembang sebelum menetapkan sikap menjelang forum pemilihan pimpinan organisasi tersebut.
Muktamar NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.
Menjelang pelaksanaan muktamar, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengerucut ke sejumlah nama.
Di antaranya petahana KH Yahya Cholil Staquf, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yusuf Chudlori, hingga Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar.
Meski demikian, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum menentukan sikap terkait sosok yang akan didukung.
Ketua PWNU Sultra, KH Muslim mengatakan, pihaknya masih mencermati dinamika yang berkembang menjelang muktamar.
"Kalau persoalan pilihan, ini kan masih satu bulan lebih, perkembangannya masih sangat dinamis, kita belum mengambil keputusan," katanya kepada TribunnewsSultra.com, Sabtu (25/7/2026).
Hingga saat ini PWNU Sultra masih mengikuti berbagai perkembangan, termasuk komunikasi dan pertemuan antarwilayah agar keputusan yang diambil nantinya benar-benar mencerminkan proses yang demokratis.
Dia juga menilai, kemungkinan munculnya nama-nama lain sebagai kandidat Ketua Umum PBNU periode mendatang masih terbuka.
Baca juga: Caketum PBNU Gus Salam Jajaki Sulawesi Tenggara, Provinsi ke-19 yang Dikunjungi Jelang Muktamar NU
Meski demikian, KH Muslim menegaskan PWNU Sultra akan mendukung sosok yang memiliki kepedulian terhadap NU, berakhlak baik, berilmu, serta layak menjadi teladan.
"Saya pikir bahwa tidak mungkin juga akan mau tampil kalau dia tidak punya keyakinan untuk dinilai dengan baik," ujar dia.
KH Muslim menjelaskan, dalam rangkaian Muktamar NU nantinya akan dibahas berbagai agenda.
Mulai dari penetapan kriteria calon, penyampaian laporan pertanggungjawaban, proses pemilihan, sidang pleno, hingga sidang komisi.
Menurutnya, seluruh tahapan itu akan memengaruhi dinamika pemilihan karena tidak menutup kemungkinan ada calon mengundurkan diri ataupun gugur dalam proses.
Karena itu, sosok yang dinilai paling ideal untuk memimpin PBNU baru akan terlihat setelah seluruh tahapan muktamar berjalan.
"Artinya, semua calon yang ada sekarang ini kita beri dukungan tapi untuk pemilihan itu nanti pada saat eksekusi pemilihan, karena dalam perkembangan forum nanti akan ketahuan," jelasnya.
Dia menilai, para pemilik hak suara dari berbagai wilayah nantinya akan menentukan pilihan berdasarkan penilaian terhadap kandidat terbaik.
"Prinsipnya, dari berbagai wilayah yang jumlah pemilihnya kurang lebih 500 orang nanti akan melihat dan menilai siapa calon ketua yang paling terbaik," katanya.
Terkait delegasi, KH Muslim mengungkapkan hingga kini PBNU belum menerbitkan surat resmi mengenai jumlah utusan yang akan dikirim setiap wilayah.
Meski begitu, berdasarkan pelaksanaan muktamar sebelumnya, setiap PWNU umumnya diminta mengirim sekitar lima orang delegasi.
PWNU Sultra, kata dia, siap mengirimkan perwakilan sesuai ketentuan yang nantinya ditetapkan PBNU.
"Yang paling penting, kita di Sulawesi Tenggara mengupayakan supaya tetap kompak satu suara semua pengurus cabang ikut dengan imamnya yang ada di pengurus pimpinan wilayah," tutupnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)