TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian remaja asal Kota Baubau yang hilang di Perairan Lande, Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pencarian lainnya juga dilakukan terhadap warga yang hilang di sekitar Teluk Pasarwajo, Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, di ibu kota Kabupaten Buton, Sultra.
Operasi SAR pencarian terhadap warga setempat berinisial LJ (43) sudah memasuki hari keempat, pada Sabtu (25/07/2026).
Sedangkan, pencarian terhadap remaja M (14), yang hilang diduga terjatuh dari kapal di perairan Busel, sudah memasuki hari ketujuh.
Berikut update pencariannya yang dihimpun TribunnewsSultra.com berdasarkan keterangan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari.
KPP ini merupakan unit pelaksana teknis Basarnas Kelas A yang membawahi pos dan unit SAR se-Provinsi Sultra.
Pada pukul 07.15 Wita, Tim SAR Gabungan melanjutkan Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap 1 orang yang hilang di Perairan Teluk Pasar Wajo, Kelurahan Saragi, Pasarwajo.
Baca juga: 11 Penumpang Asal Kendari Selamat, KM Cahaya Fitra 03 Bocor di Perairan Pulau Labengki Konawe Utara
Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, mengatakan, pencarian korban dilakukan dengan membagi dua tim sebagai berikut:
Tim 1 keluarga korban dan nelayan sekitar dengan menggunakan longboat menyisir area temuan rumpon seluas 6 nautical mile (NM).
Tim 2 dengan menggunakan rubber boat menyisir seluas 8 NM
Cuaca dalam pencarian hari ini dalam kondisi cerah, kecepatan angin 5 knot dari arah timur, dan tinggi gelombang 0,1-0,5 meter.
Korban yang merupakan warga Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, ibu kota Kabupaten Buton, pergi melaut.
LJ pergi memancing ikan dengan menggunakan longboat atau perahu di sebuah rumpon.
Rumpon berada di Teluk Pasarwajo yang merupakan perairan laut di pesisir timur salah satu kabupaten di Pulau Buton ini.
Pada pukul 21.00 Wita, salah satu warga LD juga melaut dengan tujuan yang sama dengan korban yakni memancing di rumpon.
Namun setibanya di rumpon, LD justru tidak menemukan keberadaan korban LJ.
Saksi LD hanya menemukan barang-barang milik korban berupa alat pancing, senter, dan celana.
Merasa curiga, LD selanjutnya menghubungi pihak keluarga korban terkait tidak adanya korban di rumpon tersebut.
Upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak keluarga.
Namun hanya menemukan perahu milik korban dalam keadaan hanyut di sekitar pesisir Pantai Wakoko.
Wilayah pesisir pantai ini juga berada di perairan Teluk Pasarwajo, Kabupaten Buton.
Baca juga: Update Pencarian Remaja Baubau Hilang di Perairan Buton Selatan, 1 Warga Lainnya di Teluk Pasarwajo
Kabupaten penghasil aspal alam ini berjarak sekitar 35-45 km atau 35-45 menit berkendara dari Kota Baubau.
Kota otonom ini menjadi salah satu akses keluar masuk utama di wilayah Pulau Buton.
Baubau bisa diakses dari Kendari, ibu kota Sultra, dengan waktu tempuh perjalanan laut menggunakan kapal cepat sekitar 7-8 jam.
Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap remaja M (14) yang diduga terjatuh dari kapal di sekitar Perairan Lande, Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah memasuki hari ketujuh.
Remaja yang hilang di perairan ini merupakan warga Pimpi, Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sultra.
Jarak kota otonom di Pulau Buton ini ke Batauga, ibu kota Kabupaten Busel, sekitar 16-17 kilometer (km) atau 30 menit berkendara.
Pada pukul 07.15 Wita, Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian korban M.
Menurut Amiruddin, pencarian dilakukan dengan membagi dua tim sebagai berikut:
Tim 1 dengan menggunakan rubber boat (perahu karet) menyisir seluas 3 NM.
Tim 2 dengan menggunakan kapal fiber milik masyarakat menyisir di sekitar LKP (last known position/ lokasi terakhir korban diketahui).
Pencarian di sebelah utara hingga barat dan akan melakukan pencarian di sekitar LKP dan pesisir pantai.
Kondisi cuaca berawan tebal saat operasi SAR ini dengan kecepatan angin 16 knot dari timur dan tinggi gelombang 1,2 meter.
Operasi SAR ini menggunakan berbagai peralatan, salah satunya aquaeye.
Aquaeye adalah perangkat sonar genggam yang dirancang khusus untuk tim penyelamat air dalam mencari dan menemukan korban tenggelam atau objek di bawah air.
Berdasarkan kronologi kecelakaan kapal jatuhnya korban ke Perairan Lande, Buton Selatan, berawal pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Baca juga: Pemancing Asal Buton Hilang di Perairan Teluk Pasarwajo, Tim SAR Gabungan Cari Korban
Sekitar pukul 20.00 Wita, korban M diminta salah seorang anak buah kapal (ABK) untuk beristirahat di dalam kamar.
Setelah korban mengambil umpan di bagan ikan.
Berselang setengah jam, salah satu ABK melihat korban berada di haluan kapal.
Namun pada pukul 21.00 Wita, korban sudah tidak terlihat lagi dan diduga terjatuh ke laut.
Perairan Lande, lokasi hilangnya korban, merupakan wilayah laut di sekitar kawasan teluk dan Pantai Lande.
Terletak di bagian selatan Pulau Buton, tepatnya wilayah Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)