Apa Itu Disfagia? Gangguan Menelan yang Sering Dialami Lansia, Pertolongan Pertama Saat Tersedak
Lisma Noviani July 25, 2026 05:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM --  Disfagia adalah istilah dalam dunia kesehatan.

Disfagia adalah istilah medis untuk kesulitan menelan makanan atau minuman. Kondisi ini terjadi ketika seseorang membutuhkan waktu dan usaha lebih lama serta lebih berat untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut, melewati tenggorokan, hingga masuk ke lambung.

Proses menelan yang normal melibatkan banyak otot, saraf, dan struktur tulang. Pada penderita disfagia, koordinasi atau kekuatan pada tahap-tahap ini terganggu.

Penderitanya membutuhkan usaha lebih saat menelan, bahkan makanan bisa terasa tersangkut di tenggorokan atau salah masuk ke saluran napas.

Kondisi ini cukup sering dialami lansia karena kemampuan otot dan saraf yang mengatur proses menelan mulai melemah seiring bertambahnya usia.

Mengapa Disfagia Sering Terjadi pada Lansia?

Ada beberapa penyebab lansia lebih rentan mengalami disfagia seperti dilansir dari alodokter.com, di antaranya:

Proses penuaan. Otot mulut dan tenggorokan melemah sehingga kemampuan menelan berkurang.

Penyakit tertentu. Seperti stroke, Parkinson, demensia, atau Alzheimer yang mengganggu saraf pengendali otot menelan.

Masalah gigi dan mulut. Gigi ompong, gigi palsu yang tidak pas, atau mulut kering membuat makanan sulit dikunyah.

Efek samping obat. Beberapa obat dapat menyebabkan mulut kering atau otot menjadi kaku.
Gangguan pada kerongkongan. Misalnya penyempitan atau kelainan lain yang menghambat makanan masuk ke lambung.

Gejala Disfagia yang Perlu Diwaspadai

Lansia yang mengalami disfagia biasanya menunjukkan beberapa tanda berikut:

Sering batuk atau tersedak saat makan dan minum.
Makanan terasa tersangkut di tenggorokan atau dada.
Sulit menelan makanan atau minuman.
Suara berubah menjadi serak setelah makan.
Berat badan turun karena sulit makan.

Pertolongan Pertama Saat Lansia Tersedak

Jika lansia masih bisa batuk, jangan langsung menepuk punggungnya. Biarkan ia terus batuk sambil sedikit membungkukkan badan agar sumbatan bisa keluar sendiri.

Namun jika lansia tidak bisa batuk, berbicara, atau bernapas, segera lakukan Manuver Heimlich untuk mengeluarkan sumbatan. Bila penderita sampai tidak sadar, segera hubungi layanan darurat dan lakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR) jika mampu.

Setelah sumbatan keluar, jangan langsung memberi minum. Tunggu hingga napas dan kemampuan menelannya kembali normal.

Penanganan Medis

Disfagia yang sering terjadi tidak boleh dianggap sepele. Segera bawa lansia ke dokter untuk mencari penyebabnya.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan, seperti foto rontgen saat menelan (barium swallow) atau endoskopi. Selain itu, pasien mungkin akan menjalani terapi dengan terapis wicara untuk melatih kembali otot-otot menelan.

Makanan yang Aman untuk Penderita Disfagia
Penderita disfagia sebaiknya mengonsumsi makanan yang lembut dan mudah ditelan, seperti:

Bubur atau makanan yang dihaluskan.
Kentang tumbuk.
Telur kukus.
Tahu atau tempe yang lembut.
Alpukat atau buah yang dihaluskan.

Sebaliknya, hindari makanan yang keras, kering, lengket, atau berserat kasar seperti kerupuk, kacang, popcorn, daging alot, dan jagung.

Minuman Juga Harus Diperhatikan

Banyak orang mengira air putih adalah minuman paling aman. Padahal bagi penderita disfagia, cairan yang terlalu encer justru lebih mudah masuk ke saluran napas dan menyebabkan tersedak.

Karena itu, dokter atau terapis biasanya menyarankan penggunaan pengental cairan (thickener) agar minuman menjadi lebih kental sehingga lebih mudah ditelan.

Selain itu: 

Minum menggunakan gelas, bukan sedotan.
Duduk tegak saat makan dan minum.
Tetap duduk selama sekitar 30 menit setelah selesai makan.
Jangan Anggap Sepele
Disfagia bukan sekadar sulit menelan. Jika tidak ditangani, makanan atau minuman bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia aspirasi, yaitu infeksi paru yang dapat berbahaya, terutama pada lansia.

Karena itu, bila orang tua atau anggota keluarga sering tersedak saat makan, batuk setelah minum, atau mengeluhkan sulit menelan, segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Demikian Apa Itu Disfagia? Gangguan Menelan yang Sering Dialami Lansia, Pertolongan Pertama Saat Tersedak. Semoga bermanfaat. (*)

Baca juga: Dalil Termasuk Dosa Besar Praktik Riba, Rentenir Menetapkan Bunga Tinggi Menyusahkan Orang Lain

Baca juga: Arti Allahumma Inni Dhoīfun Faqowwini, Doa Memohon Kekuatan, Kemuliaan dan Kecukupan dari Allah

Baca juga: Arti Talak 1, Talak 2 dan Talak 3 dalam Islam: Perbedaan, Aturan Rujuk, dan Contoh Kasus

Baca juga: Tema Hari Hepatitis Sedunia 2026 Diperingati 28 Juli: Sejarah, Data dan Fakta dan Seberapa Bahaya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.