TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Asosiasi MBG Terpencil Nusantara (Ternusa) berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang sama terhadap dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil yang telah selesai dibangun dan kini 100 persen siap beroperasi.
Harianto Albarr, pelaksana pembangunan SPPG Terpencil di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mengungkapkan, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai penyelesaian pembayaran atas pembangunan yang telah dilaksanakan.
"Kami membangun karena percaya pada Program Makan Bergizi Gratis. Namun hingga hari ini belum ada kepastian pembayaran. Utang material menumpuk, upah tukang belum terbayar, sementara kami terus menanggung beban di lapangan. Kami berharap jangan sampai investor SPPG Terpencil menjadi korban ketidakpastian," ujar Harianto dikutip Sabtu (25/7/2026).
Dalam implementasi Program MBG, terdapat skema pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yaitu, Dapur Aglomerasi, yang berada di kawasan perkotaan atau wilayah dengan akses yang relatif mudah.
Kemudian, Dapur Terpencil, yang dibangun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan kondisi geografis yang sangat sulit, meskipun tidak seluruhnya berstatus sebagai daerah 3T.
Wilayah 3T dan wilayah terpencil bukanlah konsep yang sama. Status 3T hanya mencakup kabupaten yang telah ditetapkan pemerintah, sedangkan masih banyak daerah dengan kondisi akses yang sangat berat dan terpencil yang tidak masuk dalam daftar tersebut.
Di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan daerah lainnya, masyarakat masih harus menempuh perjalanan berjam-jam melalui sungai, jalan tanah, pegunungan, bahkan bergantung pada kondisi cuaca untuk memperoleh akses layanan dasar.
Baca juga: BGN Bakal Tata Ulang 27 Ribu SPPG, Trenggono: Penghentian Ini Hanya Sementara
Melalui Ternusa, para pelaku pembangunan SPPG Terpencil berharap seluruh proses pelaksanaan program dapat berjalan secara lebih terarah, transparan, dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
"Kami siap mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak di pelosok negeri, tanpa ada wilayah yang tertinggal hanya karena sulit dijangkau," paparnya.