Kemudian proyek pengadaan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) senilai sekitar Rp15,85 miliar yang berasal dari Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sampang, Madura, ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026.
Lalu Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta Inspektorat tidak hanya mencari kesalahan, namun juga harus menjadi pembina seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Spesialis Mikrobiologi, dr Ayman Alatas, hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Fakultas Kedokteran Universitas Trunojoyo Madura (FK UTM) di Aula Syaikhona Kholil Lantai 10 Gedung Rektorat UTM Bangkalan, Jumat (24/7/2026).
Pada seminar perdana ini, FK UTM mengusung tema, 'Healthy Generation, Sustainable Nation: Gen Z sebagai Penggerak Kesehatan Indonesia Masa Depan.'
Sosok dr Ayman saat ini digandrungi para Gen Z dengan konten-konten tentang kesehatan melaui akun media sosialnya, terutama berhubungan dengan mikrobiologi, sebagaimana yang memang menjadi keahliannya.
Di hadapan para mahasiswa baru FK dan sejumlah mahasiswa fakultas lain, dr Ayman memaparkan tentang mikrobioma yang disebutnya merupakan tema yang cukup berat karena merupakan hal baru, termasuk di bidang ilmu kedokteran.
dr Ayman mengungkapkan, mikrobioma yang jumlahnya lebih banyak daripada jumlah sel dalam tubuh, bukan semata urusan tentang kesehatan pencernaan semata.
Melainkan juga tentang kesehatan kulit dan bahkan juga berkaitan dengan kesehatan mental yang berdampak terhadap gangguan mood atau suasana hati.
"Bahkan mungkin nanti Prodi Psikologi yang barusan diresmikan ini, bisa membahas bahwa ada hubungan antara mikrobioma dengan gangguan mood. Tentang mental health (kesehatan mental) ini risetnya sudah banyak karena 5-10 tahun ke depan masih akan menjadi riset pengembangan produk, bukan produk mamin (makanan dan minuman) saja tetapi produk skincare, pencernaan, bahkan terkait kanker juga," jelas dr Ayman.
Ia mengingatkan mahasiswi yang gemar memakai makeup dan skincare untuk rajin membersihkan wajah setelah pemakaian dengan cara mencuci muka, ditambahkan pelembap, hingga sunscreen jika beraktivitas di bawah terik panas matahari karena paparan sinar matahari juga mempengaruhi kesimbangan mikrobioma dalam tubuh.
Baca Selengkapnya di Sini
Proyek pengadaan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) senilai sekitar Rp15,85 miliar yang berasal dari Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sampang, Madura, ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026.
Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang tengah menjalani proses persiapan yang difokuskan pada pematangan pelaksanaan dan tahapan lelang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Sampang, Khotibul Umam, mengatakan, pihaknya tengah menggelar rapat internal guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal sebelum pekerjaan fisik dimulai.
"Masih rapat internal untuk lelang tender sekaligus mematangkan pelaksanaannya. Target kami Agustus proyek sudah mulai dikerjakan," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Program PJU tahun anggaran 2026 tersebut terbagi dalam 60 paket pekerjaan dengan total 993 titik pemasangan di berbagai wilayah Kabupaten Sampang.
Nilai masing-masing paket berkisar antara Rp120 juta hingga Rp400 juta, bergantung pada jumlah titik dan kondisi di lapangan.
Seluruh lokasi pemasangan, kata Khotibul Umam merupakan usulan anggota DPRD Kabupaten Sampang melalui program Pokir.
Baca Selengkapnya di Sini
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta Inspektorat Kabupaten Sumenep memperkuat perannya sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).
Menurutnya, fungsi pengawasan tidak boleh hanya berfokus pada menemukan pelanggaran, tetapi juga harus menjadi mitra pembina bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebagaimana diketahui, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo telah resmi melantik Kepala Inspektorat Sumenep yang baru, Achmad Syahwan Effendi pada Jumat (17/7/2026) lalu.
"Yang perlu diingat, bahwa Inspektorat tidak hanya bertugas menemukan kesalahan, tetapi harus menjadi mitra dalam melatih seluruh perangkat daerah," tegas Achmad Fauzi pada Jumat (24/7/2026).
Ia juga menilai, kepemimpinan baru di Inspektorat diharapkan mampu membangun sistem pengawasan internal yang lebih efektif dengan mengedepankan langkah-langkah pencegahan daripada penindakan.
Menurutnya, pengawasan internal harus dipahami sebagai instrumen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, sehingga setiap OPD mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kinerja organisasi.
Karena itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini meminta jajaran Inspektorat membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif dengan seluruh perangkat daerah.
Baca Selengkapnya di Sini