TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Populasi hewan ternak sapi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, turun drastis dampak munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kini, populasi sapi di wilayah Kabupaten Blitar tinggal sekitar 70.000 ekor.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Heri Widyatmoko mengatakan, sebelum PMK muncul, populasi sapi di Kabupaten Blitar lebih 100.000 ekor.
Pasca terjadi PMK, populasi sapi di Kabupaten Blitar turun sekitar 30.000 ekor.
"Sekarang, populasi sapi di Kabupaten Blitar sekitar 70.000 ekor. Populasinya turun akibat PMK," kata Heri di sela-sela pembukaan Kontes Sapi di Pasar Hewan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026) pukul 11.30 WIB.
Baca juga: Pengelola Pantai Mutiara Trenggalek Sebut Peraturan Tenda Camping Dibongkar Jam 7 Pagi Sudah Ada
Dikatakannya, Disnakkan melakukan beberapa upaya agar peternakan sapi di Kabupaten Blitar kembali menggeliat.
Salah satu upayanya, yaitu, Disnakkan menggandeng paguyuban peternak menggelar kontes sapi di Kabupaten Blitar.
Ia berharap, kontes sapi ini dapat menggairahkan kembali dunia peternakan sapi di wilayah Kabupaten Blitar.
"Kontes sapi ini juga menjadi ajang silaturahmi dan sharing bagi para peternak sapi. Harapannya, para peternak kembali bergairah budidaya sapi," ujarnya.
Ia mengakui, pasca terjadi PMK, sejumlah peternak takut budidaya sapi. Peternak khawatir ternak sapinya mati terkena PMK.
Selama ini, Disnakkan juga terus memberikan sosialisasi dan pencegahan penularan PMK dengan memberikan vaksin kepada hewan ternak.
"Kami bersyukur kontes sapi bisa terlaksana tahun ini. Ini menjadi momentum kebangkitan para peternak sapi di Blitar," katanya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)