TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pengelola Pantai Mutiara Trenggalek memastikan bahwa viralnya wisatawan yang mengunggah keluhan saat ngecamp tersebut sudah lama.
Peraturan bagi yang bermalam mendirikan tenda harus membongkar pukul 7 pagi. Pasalnya, selain lokasi pantai yang tidak terlalu luas dan banyaknya pengunjung menjadi alasan.
Ketua Pokdarwis Pantai Mutiara Trenggalek, Guntur melalui Humas dan Pengembangan SDM, Marsum menjelaskan pengelola memang sengaja membatasi lama bagi yang ingin ngecamp.
"Memang ngecamp itu kita membatasi durasi waktu. Artinya kalau malam Sabtu, malam Minggu atau malam hari libur itu jam 07.00 pagi itu Mestinya dibongkar karena lokasi kita kan sempit, nanti pengunjung kan banyak gitu," ujar Marsum saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Wisatawan Keluhkan Aturan Pantai Mutiara Trenggalek, Dinas Pariwisata : Dikelola Pokdarwis
Marsum merekomendasikan tempat yang lebih nyaman apabila ingin berlama-lama menikmati suasana pantai.
Yaitu tepat berada di selatannya beberapa ratus meter. Di sebelah selatan ada Pantai Mutiara 2 yang lebih cocok bagi pengunjung yang ingin ngecamp.
"Kalau ingin enggak terganggu pembongkaran itu ada sendiri di Mutiara 2 itu ada kawasan perkemahan dan itu tidak dibatasi waktu," paparnya.
"Itu keliling itu memberi tahu, memberi tahu artinya sudah bayar tiket apa belum atau sudah dikasih tahu bahwa besok jam 07.00 harus dibongkar dengan alasan gini, gini, gini gitu. Nah itu SOP-nya seperti itu untuk mendirikan tenda di pantai ya," tegasnya.
Ditanya soal kuota berapa tenda, Marsum menerangkan sangat terbatas. Sebab seperti yang ia katakan sebelumnya, lokasi Pantai Mutiara yang berada di Teluk Prigi ini terbilang kecil.
"Kalau kuotanya di tempat perkemahan ini tuh terbatas juga. Artinya hanya kalau enggak delapan tujuh unit atau tempat tenda," paparnya.
Sedangkan untuk tarif yang dipatok HTM 20 ribu bagi yang membawa tenda sendiri. Sementara bagi yang menyewa bisa ke pengelola Rp 100 ribu per unit.
Marsum mengimbau supaya informasi ini bisa dishare ke siapapun. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang menimbulkan kegaduhan baik di dunia maya maupun nyata.
Dirinya mengakui kebanyakan yang terjadi petugas yang khusus tenda tidak bertemu karena pengunjung mendirikan tenda datang pada malam hari
Sehingga ketika pagi dibangunkan untuk bisa bersih-bersih membuat tersinggung.
"Sehingga kita tidak bisa memberi informasi. Datang pasang malam akhirnya paginya suruh bongkar itu yang terjadi kesalahpahaman," tutupnya.
Baca juga: ODGJ 2 Kali Ngamuk di Pinka Tulungagung, Bawa Senjata Tajam dan Diamankan Polisi
Sebagai informasi, video yang diunggah pengunjung dalam platform TikTok menjadi perbincangan hangat oleh netizen.
Video berdurasi 53 detik itu memvisualisasikan ia tengah berada di dalam tenda. Lalu memperlihatkan kondisi di luar atau pantai yang sudah mulai banyak wisatawan
Ia mengeluhkan kepada pengelola gegara jam 8 pagi sudah dibangunkan untuk bersih-bersih. Dalam akun @iman_bukanimam mengaku kecewa dan tidak akan berwisata ke Pantai Mutiara.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)