Satpam Viral Diintimidasi Sopir Alphard Temui KDM, Ternyata Warga Bandung dan Minta Ini ke Gubernur
Naufal Fauzy July 25, 2026 07:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Satpam di Bundaran HI yang viral diduga diintimidasi sopir Alphard menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa satpam bernama Victor Harefa ini merupakan warga Nias yang tinggal di Bandung.

Dalam pertemuan dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini juga diungkapkan soal kepindahan bekerja Victor ke Bandung.

KDM pun mengaku mencarikaan tempat yang membutuhkan petugas satpam untuk Victor di Bandung.

Dalam video pertemuan dengan KDM, Sabtu (25/7/2026), terlihat Victor masih mengenakan seragam tugasnya.

Dia duduk di samping KDM yang menceritakan pertemuan tersebut.

"Ini saya sudah bertemu dengan siapa?," kata KDM.

"Viktor Harefa," jawab Victor pelan.

"Viktor Harefa, sekuriti yang menegur oknum aparat, kemudian oknum aparatnya tidak terima karena ditegur di Bundaran HI," timpal KDM.

Dedi juga mengonfirmasi ke Victor bahwaa dalam kejadian itu sopir Alphard menerobos lampu merah sehingga membahayakan keselamatan penyeberang jalan.

Sehingga sapir Alphard tersebut ditegur, namun kemudian sang pengemudi mobil tak terima sampai akhirnya viral.

"Ternyata dia ini orang Bandung, berasal dari Nias. Tinggal di Bandungnya di mana?," kata KDMM.

"Di Pasteur, Bapak," jawab Victor.

KDM menjelaskan bahwa Victor ingin pindah bekerja ke Bandung.

Dedi pun mengaku akan menjadikan Victor sebagai satpam di sekitaran Gedung Sate Bandung.

"Sengaja datang bertemu saya hari ini, ya kan, untuk ingin pindah kerja sebagai sekuriti," kata KDM.

"Jadi rencananya insyaallah nanti pindah kerja sebagai sekuriti di Jakarta, kerja menjadi sekuriti di Bandung. Nanti jaga di sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan area halaman Gedung Sate," kata KDM.

Polda Jabar Minta Maaf

Dikutip dari Tribun Jabar, Polda Jawa Barat mengakui tiga pria yang melakukan intimidasi terhadap satpam proyek MRT Victor Harefa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026) merupakan anggotanya. 

Pengakuan tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyusul viralnya video dugaan intimidasi terhadap petugas keamanan proyek MRT di Bundaran HI. 

Hendra pun menyampaikan permohonan maaf, kepada satpam yang menjadi korban atas tindakan anggotanya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Satpam di Bundaran HI atas perlakuan arogan dan tidak pantas oleh tiga anggota Polda Jabar," ujar Hendra, Sabtu (25/7/2026).

Hendra menegaskan, penyelesaian secara damai antara kedua belah pihak, tidak menghentikan proses penegakan disiplin internal terhadap ketiga anggota tersebut.

"Perdamaian antar para pihak, tidak menghapuskan sanksi kode etik terhadap ketiga saudara Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW," katanya.

Menurut Hendra, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Barat telah memeriksa ketiga personel tersebut. 

Hasil pemeriksaan menyimpulkan telah ditemukan bukti yang cukup adanya dugaan pelanggaran kode etik profesi.

"Pemeriksaan sudah dilakukan oleh Bid Propam Polda Jabar terhadap ketiga anggota kami tersebut. Ditemukan cukup bukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana Perpol Nomor 7 Tahun 2022," ucapnya.

Hendra mengatakan, hasil pemeriksaan itu akan ditindaklanjuti melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri.

"Hasilnya akan dilanjutkan melalui proses kode etik dan sidang kode etik profesi Polri," ucapnya.

"Kami Polda Jabar berkomitmen dan konsisten akan menindak tegas dan transparan terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.