Tak Semua Orang Cocok Minum Teh Hijau saat Perut Kosong, Ini Penyebab dan Cara Mengurangi Risikonya
Mursal Ismail July 25, 2026 08:03 PM

SERAMBINEWS.COM - Teh hijau memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi tidak semua orang cocok mengonsumsinya saat perut kosong. 

Kandungan tanin dan kafein di dalam teh hijau dapat meningkatkan produksi asam lambung serta mengiritasi lapisan lambung pada orang yang sensitif.

Kondisi tersebut dapat memicu rasa mual, refluks asam, perut kembung, hingga sensasi terbakar di dada.

Meski demikian, manfaat teh hijau tetap dapat diperoleh apabila dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Para ahli menyarankan agar teh hijau diminum setelah makan atau bersama camilan ringan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Jumlah konsumsi dan tingkat kepekatan seduhan juga perlu diperhatikan agar tidak memicu keluhan lambung.

Baca juga: 7 Makanan Sehat Penurun Risiko Penyakit Jantung, dari Oatmeal hingga Teh Hijau

Bagi yang memiliki gastritis atau penyakit asam lambung, memilih teh hijau berkafein rendah dapat menjadi pilihan yang lebih aman. 

Jika keluhan terus berlanjut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Menurut Head of Services, Clinical Nutrition and Dietetics Aster CMI Hospital Bengaluru, Edwina Raj, teh hijau memang dapat memicu keluhan tersebut pada sebagian orang karena kandungan tanin dan kafein di dalamnya.

Kandungan tanin dan kafein dapat mengiritasi lambung

Raj menjelaskan, teh hijau mengandung senyawa alami bernama tanin yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Ketika diminum tanpa makanan, tanin berpotensi mengiritasi lapisan lambung sehingga menimbulkan rasa mual.

Baca juga: Tak Hanya untuk Diet, Ini 5 Manfaat Teh Hijau Campur Madu bagi Kesehatan

"Teh hijau juga mengandung kafein yang dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung, refluks asam, atau mual, terutama pada orang dengan lambung sensitif atau yang belum terbiasa minum teh tanpa makanan," ujar Raj, seperti disadur Only My Health, Jumat (24/7/2026).

Chief Dietitian KIMS Hospitals Mahadevapura, Archana, mengatakan kondisi tersebut cukup sering ditemui dalam praktiknya.

"Dalam praktik saya sebagai ahli gizi, kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada mereka yang sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah kelebihan asam lambung," katanya.

Tetap bermanfaat untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan tepat

Meski dapat memicu gangguan lambung pada sebagian orang, teh hijau tetap memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Sebuah penelitian tahun 2020 yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Baca juga: 7 Minuman yang Terbukti Menyehatkan Otak dan Menguatkan Daya Ingat, Dari Teh Hijau hingga Jus Delima

Namun, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa bukti mengenai manfaat teh hijau untuk mencegah diabetes maupun membantu penurunan berat badan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Karena itu, waktu dan cara mengonsumsinya menjadi faktor penting agar manfaat teh hijau tetap diperoleh tanpa menimbulkan efek samping pada sistem pencernaan.

Cara mengurangi risiko mual setelah minum teh hijau

Raj menyarankan agar teh hijau dikonsumsi setelah makan ringan atau camilan, bukan saat perut kosong. Selain itu, sebaiknya hindari langsung mengonsumsi beberapa cangkir teh hijau pada pagi hari.

Apabila rasa mual terus muncul, ia menyarankan untuk mengurangi jumlah konsumsi atau memilih teh hijau dengan kadar kafein yang lebih rendah.

Bila keluhan berlanjut, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan tidak ada gangguan pencernaan yang mendasarinya.

Archana juga menyarankan agar teh hijau dikonsumsi setelah sarapan atau bersama makanan ringan, seperti kacang-kacangan maupun roti gandum.

"Jangan minum teh hijau saat perut kosong, terutama jika kamu memiliki masalah asam lambung. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dan memilih teh dengan kandungan kafein lebih rendah juga dapat membantu," imbau dia.

Kekuatan seduhan dan jumlah konsumsi turut memengaruhi

Selain kondisi lambung, kekuatan seduhan dan banyaknya teh hijau yang diminum juga memengaruhi munculnya rasa mual.

Semakin pekat seduhan teh dan semakin banyak jumlah yang dikonsumsi dalam waktu singkat, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami gangguan lambung.

Archana menjelaskan, tanin dapat meningkatkan keasaman lambung sehingga memicu mual, perut kembung, hingga sensasi terbakar di dada.

Sementara itu, kafein ikut merangsang produksi asam lambung sehingga keluhan bisa semakin berat, terutama pada penderita gastritis atau penyakit asam lambung.

Jika ingin menjadikan teh hijau sebagai bagian dari pola hidup sehat, para ahli menyarankan untuk mengonsumsinya setelah makan, menyesuaikan jumlahnya, dan memperhatikan respons tubuh agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman. (*)

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2026/07/25/071500720/tak-semua-orang-cocok-minum-teh-hijau-saat-perut-kosong-ini-alasannya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.