• Presiden Prabowo Kirim Utusan Cek ke Lokasi Proyek Jalan Tol Palembang–Jambi, Ini Hasilnya
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Proyek pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi Seksi 1B tidak hanya dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan menjadi sekitar 30 menit, tetapi juga membawa berkah tersendiri bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Menjelang target penyelesaian pada tahun 2027 mendatang, proyek infrastruktur yang digarap oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) ini sukses menghidupkan urat nadi ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja setempat serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan data hingga akhir Juni 2026, progres fisik ruas tol sepanjang 31,58 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Babat Supat dengan Kecamatan Tungkal Jaya tersebut telah menembus angka 31 persen.
Selama ini, masyarakat yang melintasi jalur lintas darat dari Betung menuju Jambi harus menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam dalam kondisi lancar.
Namun, waktu tersebut kerap membengkak hingga tiga hingga empat jam akibat tingginya tingkat kepadatan lalu lintas dan antrean kendaraan.
Direktur Operasi III HKI, Defi Adrian, menegaskan bahwa jalan bebas hambatan ini memiliki peranan yang sangat strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat.
"HKI berkomitmen menyelesaikan pembangunan tol Betung–Jambi Seksi 1B dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta prinsip konstruksi berkelanjutan," ujar Defi melalui siaran pers yang diterima pada Sabtu (25/7/2026) siang.
Menurutnya, keberadaan jalan tol ini tidak hanya sekadar memangkas durasi perjalanan, melainkan juga akan memperlancar arus distribusi logistik serta aktivitas perekonomian antardaerah.
Dalam pengerjaannya, HKI turut mengerahkan sejumlah teknologi konstruksi mutakhir guna memastikan kualitas dan kelancaran pembangunan ruas tol tersebut berjalan optimal.
"Beberapa teknologi canggih yang dipakai di antaranya adalah Building Information Modeling (BIM), fotogrametri, hingga load scanner," ungkap Defi.
Pemanfaatan teknologi tersebut diklaim sangat membantu proses pengambilan keputusan berbasis data, mulai dari tahap perencanaan, pemantauan volume material, hingga dokumentasi lapangan, sehingga pekerjaan menjadi jauh lebih akurat dan efisien.
Lebih dari sekadar menghadirkan infrastruktur megah, proyek Tol Betung–Jambi Seksi 1B juga memberikan ruang partisipasi aktif bagi warga lokal.
"Kami secara aktif memberikan ruang bagi warga lokal untuk terlibat langsung dalam kegiatan proyek. Penyerapan tenaga kerja dilakukan dari lingkungan sekitar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan," imbuhnya.
Baca juga: 35 KM Lahan Tol Palembang-Betung Masih Terkendala Pembebasan Lahan, Ditarget Tuntas Akhir 2026
Tak berhenti sampai di situ, perputaran roda ekonomi di desa-desa sekitar juga ikut terdongkrak. Pelaku UMKM lokal diberdayakan untuk memasok berbagai kebutuhan harian proyek, mulai dari makanan, minuman, hingga material pendukung.
Sejumlah penyedia jasa lokal turut dilibatkan, salah satunya dalam pekerjaan penanaman rumput (solid sodding).
"Demi kelancaran proyek, HKI terus menjalin koordinasi intensif dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan aparat setempat guna menjaga keamanan serta ketertiban," jelasnya.
"Jika berjalan sesuai rencana dan beroperasi pada 2027, tol Betung–Jambi Seksi 1B dipastikan menjadi magnet baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Sumatera Selatan dan Jambi," tandas Defi.