BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meminta seluruh aktivitas kelompok yang dipimpin Nasruddin Bandang dihentikan setelah menilai ajaran yang disampaikannya menyimpang dari syariat Islam.
Ketua MUI HST, K.H. Muhammad Khairuddin, kepada Banjarmasinpost.co.id, sabtu, (25/07/2026) mengatakan kesimpulan tersebut diambil setelah dilakukan klarifikasi terhadap Nasruddin menyusul laporan dan keresahan masyarakat di Kelurahan Barabai Darat.
Menurutnya, hasil pendalaman menunjukkan terdapat sejumlah ajaran yang bertentangan dengan akidah dan tata cara ibadah dalam Islam.
Di antaranya penyampaian syahadat yang tidak sesuai kaidah, penyebutan Ruh Kudus sebagai Rasulullah, hingga pengakuan memperoleh ilmu secara langsung tanpa melalui guru maupun kitab rujukan yang diakui.
MUI juga menilai tata cara salat yang diajarkan menggunakan bahasa Indonesia tidak sesuai tuntunan syariat. Selain itu, pernikahan yang dilakukan tanpa penghulu dan hanya disaksikan para pengikutnya dinyatakan tidak memenuhi ketentuan hukum Islam.
Baca juga: Tiga Rumah Ambruk di Kompleks Fadilah Perdana 5 Banjar, 6 Orang Jadi Korban, Salah Satunya Meninggal
"Seluruh pernyataan dan praktik yang disampaikan sudah jelas salah, sesat, dan menyesatkan," kata Muhammad Khairuddin.
Sebagai tindak lanjut, MUI meminta Nasruddin Bandang menghentikan seluruh kegiatan kelompok yang dipimpinnya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat maupun mengganggu ketertiban umum.
Sebelum keputusan tersebut disampaikan, aparat kelurahan bersama Babinsa, Ketua RT 002, dan Ketua MUI Kecamatan Barabai telah melakukan peninjauan lapangan.
Tim kemudian memfasilitasi klarifikasi terhadap Nasruddin di kantor kelurahan untuk meminta penjelasan mengenai kegiatan dan ajaran yang disampaikannya kepada para pengikut.
MUI HST juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengikuti pengajian atau kelompok keagamaan serta memastikan setiap ajaran yang diterima bersumber dari ulama yang memiliki kompetensi dan sanad keilmuan yang jelas. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)