Kompany yang Terhormat
Agus Firmansyah July 25, 2026 09:42 PM

Kompany yang Terhormat

·25 Juli 2026

Kompany yang Terhormat

·25 Juli 2026

Enzo Maresca akhirnya berhadapan dengan media untuk pertama kalinya kemarin sebagai manajer Manchester City. Mengingat Maresca pernah menjadi asisten Pep Guardiola selama kampanye bersejarah City saat meraih treble pada 2022-23, memang ada kemiripan antara cara Pep Guardiola dan Enzo Maresca menyukai tim mereka bermain. Hal itu wajar terjadi dan menjadi salah satu alasan mengapa City menunjuk Maresca sebagai pengganti Guardiola. Manchester City ingin terus memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola yang diterapkan Guardiola. Namun, kemarin Maresca menegaskan bahwa dirinya adalah manajer dengan caranya sendiri dan ia tidak berniat menyalin metode Pep Guardiola begitu saja.

Dalam pernyataan kemarin, pada konferensi pers pertamanya sebagai manajer Manchester City, Enzo Maresca cepat menegaskan bahwa ia tidak sedang berusaha meniru filosofi sepak bola Pep Guardiola. Manajer baru Manchester City itu mengatakan kepada media bahwa ia akan menangani pemegang trofi Piala FA dan Piala Carabao dengan caranya sendiri. Maresca mengatakan kepada media kemarin: “Bagi saya, penting untuk menjelaskan bahwa saya di sini untuk menjalankan tugas saya dengan cara yang saya inginkan. Saya di sini bukan untuk meniru seseorang, saya di sini untuk melakukan pekerjaan saya, menerapkan sepak bola saya, sesuai cara saya melihat sepak bola.

Enzo Maresca juga menegaskan bahwa akan ada perubahan di Manchester City. Ia mengatakan bahwa meski manajer seperti dirinya dan Pep Guardiola berbagi filosofi serta ide, akan ada perbedaan dalam tim City asuhannya dibandingkan tim Pep Guardiola yang begitu dominan. Pelatih asal Italia itu menjelaskan: “Setiap manajer berbeda. Bisa saja ada konsep yang serupa, tetapi setiap manajer berbeda. Cara kami mendekati hari demi hari dan pendekatan terhadap pertandingan akan berbeda.

Kita akan lihat apa yang perlu kami sesuaikan dalam konsep, tetapi saya tidak berpikir ada manajer yang bisa menyalin dan menempel manajer lain. Saya bisa menyalin dan menempel, tetapi saya tidak melihat sepak bola dengan cara yang sama seperti manajer lain. Itulah sebabnya saya tidak percaya pada menyalin dan menempel.

Manchester City tahu betul apa yang mereka dapatkan ketika menunjuk Enzo Maresca sebagai penerus Pep Guardiola. Mereka mendapatkan seorang manajer yang memiliki filosofi serupa dengan Guardiola, dan juga sosok yang sudah mengenal sejumlah pemain City serta klub itu sendiri. Namun, jajaran petinggi Manchester City tidak akan menuntut Maresca menjadi Pep Guardiola. Seperti yang disampaikan Maresca, ia akan menjalankan tugas barunya dengan caranya sendiri, dan meski akan ada kemiripan dalam cara tim Pep Guardiola dan tim Maresca bermain, akan ada perbedaan yang mungkin baru terlihat seiring waktu.

Sudah pasti bahwa tim Maresca akan memainkan gaya berbasis penguasaan bola. Itu memang dapat diperkirakan. Enzo Maresca menanamkan gaya seperti ini di Leicester City dan Chelsea. Cara City membangun serangan dari belakang dan menekan lawan akan berbeda di bawah Maresca. Selain itu, akan ada nuansa taktik lain yang akan ditunjukkan City di bawah Maresca. Kemungkinan besar hal itu belum akan langsung terlihat ketika musim 2026-27 dimulai. Namun, dengan waktu, semuanya akan muncul, dan seiring musim depan mulai terbentuk, begitu pula Manchester City asuhan Enzo Maresca.

Enzo Maresca menegaskan bahwa dirinya adalah manajer dengan identitas sendiri, bukan tiruan Pep Guardiola. Manajer baru Manchester City itu memiliki metode tersendiri, yang sudah terlihat selama masa kepelatihannya di Leicester City dan Chelsea. Mungkin perlu waktu untuk benar-benar terwujud, tetapi pada akhirnya tim City ini akan terbentuk di bawah Maresca dan akan sangat menarik untuk melihat bagaimana semuanya berkembang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.