Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Advanced training tingkat Nasional Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku dibuka langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Pembukaan berpusat di Gedung Islamic Center, Kota Ambon, Maluku Sabtu (25/7/2026).
Dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Maluku dan Kota Ambon, pimpinan DPRD Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Wali Kota Ambon, Wakil Wali Kota Tual, pimpinan perguruan tinggi, instansi vertikal, BUMN, BUMD, jajaran KAHMI, Badko HMI Maluku, para senior HMI, serta peserta Advance Training (LK III) dari berbagai daerah di Indonesia.
Latihan kader (LK) III Badko HMI tersebut mengusung tema intelegensia HMI : Ikhtiar menjawab krisis multidimensi menuju masyarakat cita.
Sebanyak 34 kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti latihan kader selama beberapa hari ke depan usai melalui proses seleksi sesuai ketentuan organisasi.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Badko HMI Maluku atas komitmennya menjaga kualitas kaderisasi.
Dikatakan, tema yang diusung sangat kontekstual dengan tantangan yang dihadapi saat ini, dimana berada pada fase perubahan yang begitu cepat.
Baca juga: Gubernur Maluku Hadiri Syukur Misa Perdana Imam Baru di Gudang Arang
Baca juga: Gubernur Buka Advance Training Nasional HMI, Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas dan Solutif
Dinamika geopolitik, dinamika iklim, sementara di sisi lain, derasnya arus informasi juga menjadi tantangan.
"Dalam situasi seperti ini kita membutuhkan generasi muda yang kompeten dengan kemampuan berkolaborasi dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab," ujar Gubernur.
Bagi Gubernur, pembangunan Maluku tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti HMI sebagai mitra strategis dalam melahirkan gagasan, mengawal kebijakan publik secara konstruktif, dan menghadirkan inovasi bagi kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga mengajak seluruh peserta menjadikan Maluku sebagai ruang pembelajaran tentang pentingnya persaudaraan dan perdamaian.
"Falsafah hidup Pela Gandong dan Siwalima merupakan warisan budaya yang mengajarkan persatuan, toleransi, dan semangat membangun kebersamaan di tengah keberagaman," ujar Lewerissa.
Menurutnya, HMI sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dengan melahirkan banyak tokoh di berbagai bidang pengabdian.
Gubernur menyatakan, pelaksanaan LK III memiliki nilai strategis sebagai ruang pembentukan pemimpin masa depan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Ditambahkan, nilai-nilai kaderisasi HMI sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita, yang menekankan penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang baik, transformasi digital, serta kemandirian ekonomi.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap seluruh rangkaian LK III mampu melahirkan kader-kader HMI yang berwawasan luas, berintegritas, inovatif, adaptif terhadap perubahan, serta menjadi pelopor persatuan dan pembangunan bangsa.(*)