Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Joshua Zirkzee adalah Messi asli yang menyamar
Rina Kusumawati July 25, 2026 09:49 PM

Planet Football

·25 Juli 2026

Planet Football

·25 Juli 2026

Hampir tak ada pemain Manchester United yang lebih membuat frustrasi daripada Joshua Zirkzee, sosok yang tetap dipertahankan karena bakatnya memang ada, tetapi juga sering dicoret karena nyaris tak pernah memperlihatkannya.

Sejak pindah dari Bologna dua tahun lalu, penyerang berusia 25 tahun itu baru mencetak lima gol dalam 56 penampilan di Liga Primer.

Memang, masa Zirkzee di Old Trafford paling diingat lewat ekspresi kecewanya saat dicemooh dalam kekalahan kandang yang suram pada era Amorim melawan Newcastle, ketika reaksinya setelah diganti justru mengubah amarah menjadi rasa iba.

Satu gol di pramusim kecil kemungkinan mengubah pandangan siapa pun terhadap pemain Belanda itu, selain justru menambah kesan paradoks yang melekat padanya.

Kalau boleh jujur, gol itu sungguh indah. Sayang sekali terbuang dalam laga persahabatan pramusim di bawah cahaya matahari yang lembap di Norwegia.

Bagi yang seusia kami, mungkin masih ingat Rosenborg yang rutin lolos ke fase grup Liga Champions pada era 1990-an dan awal 2000-an. Tak ada tim elite Eropa yang senang harus bertandang ke Trondheim yang dingin pada musim dingin.

Skuad mereka saat ini bisa saja digugat dengan padanan Norwegia dari Trade Descriptions Act, sekumpulan pemain yang terbatas dan hanya menghitung mundur menit-menit hingga penderitaan mereka berakhir.

Seperti kucing keluarga yang mempermainkan tikus nakal, United mempermainkan Rosenborg sebelum mencabik-cabik mereka tanpa ampun. Jarang ada skor 5-0 yang terasa lebih pantas.

Masih ada sedikit kesan pertandingan benar-benar kompetitif saat skor 1-0 ketika Zirkzee melenggang ke wilayah lawan, membuat satu bek Rosenborg terkelabui dengan gerakan santai yang memalukan.

Setelah lolos sendirian ke depan gawang, tiruan Messi baru milik United melakukan hal yang sama kepada kiper, menjatuhkannya ke tanah sebelum dengan tenang menggelindingkan bola ke gawang.

Kalau ada momen yang layak disebut ciuman koki secara metaforis, inilah itu. Lalu bermunculanlah banyak suporter United yang bertanya-tanya, dua tahun ini sebenarnya ke mana saja hal seperti ini?

“Itu tempat terbaik untuk berada sebagai pesepak bola, saat Anda ada di zona itu dan percaya diri, dan tugas saya adalah mencoba menempatkan para pemain dalam pola pikir seperti itu,” kata Michael Carrick seusai laga.

“Para pemain senior pada tahap ini, mereka sedang menemukan jalannya, tetapi Anda bisa melihat mereka berada dalam kondisi yang baik dan mulai terbiasa meraih hasil bagus dalam periode waktu tertentu, dan itu hal yang baik.

“Sementara para pemain muda, ketika Anda melihat mereka mengekspresikan diri dan menjadi diri sendiri serta terus mendorong diri untuk menjadi lebih baik, saya pikir beberapa permainan di babak kedua benar-benar sangat bagus, dan saya sangat senang melihat itu dari mereka.”

Meski Zirkzee terus dikaitkan dengan kepulangan ke Serie A, dengan Juventus disebut sangat berminat, ada manfaat mempertahankan jasanya pada musim dengan jumlah pertandingan yang sangat meningkat.

United akan membutuhkan banyak pemain, terutama setelah malam mulai semakin gelap dan mereka kembali ke rutinitas Liga Champions serta piala domestik.

Tur mereka yang manis dan berbau klasik ke Skandinavia berlanjut melawan Atletico Madrid di Stockholm Sabtu depan, saat Carrick terus menilai skuadnya.

Tidak akan ada air mata jika Zirkzee benar-benar meninggalkan Old Trafford, baik dari kelompok pemegang tiket musiman yang jumlahnya kian berkurang maupun dari para pengatur angka yang hemat di ruang rapat.

Namun bakatnya jelas ada — apakah Carrick akan bijak dan mencoba memanfaatkannya?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.