Preman Bersenjata Tajam Palak Pedagang Cakwe di Pulogadung, Pelaku Diringkus Warga 
Rr Dewi Kartika H July 25, 2026 09:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Seorang pedagang cakwe menjadi korban pemalakan pria bersenjata tajam di Jalan Jenderal Ahmad Yani, RT 02/RW 05, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur. 

Dalam aksinya pelaku memaksa menyerahkan lima bungkus cakwe, dan menggasak uang Rp5 ribu hasil keuntungan dagang korban pada Jumat (24/7/2026) pukul 12.28 WIB. 

Korban, Anang Hermawan (50) mengatakan kejadian bermula ketika dia sedang beristirahat di tepi Jalan Jenderal Ahmad Yani dekat Sekretariat RW 05 tiba-tiba dihampiri pelaku. 

"Saya kira awalnya datang mau beli. Datang langsung ngomong 'bungkusin cakwe sama bantal' begitu, nadanya tinggi kayak marah," kata Anang di Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (25/7/2026). 

Meski kala itu Anang tidak melawan atau menegur nada bicara, pelaku terus menghardik dan memerintah korban dengan nada tinggi agar bergegas dalam menyiapkan pesanan. 

Tapi ketika Anang sudah menyiapkan seluruh pesanan, alih-alih membayar pelaku justru memaksa korban menyerahkan uang hasil keuntungan dagang untuk membeli rokok. 

Pelaku sempat membuka paksa laci tempat Anang menyimpan uang keuntungan dagang, sembari melontarkan ancaman agar korban tidak melakukan perlawanan. 

"Pas saya kasih cakwenya dia malah bilang 'uangnya dong buat beli rokok'. Dia buka laci, di situ cuma ada Rp5 ribu. Sempat dua kali mau memukul, tapi bisa saya tangkis," ujarnya. 

Anang menuturkan sempat berupaya berteriak meminta tolong, nahas saat kejadian tidak ada warga di sekitar lokasi yang mendengar atau dapat menolongnya dari aksi pemalakan itu. 

Sementara pelaku kian beringas, bahkan dia mengeluarkan sebilah pisau lipat lalu menodongkannya ke bagian perut Anang seraya melontarkan ancaman agar korban tidak melawan. 

Dalam keadaan takut karena ditodong pisau, Anang terpaksa merelakan pelaku membawa lima bungkus cakwe pesanan dan uang Rp5 ribu hasil keuntungan dagangannya. 

"Saya sempat ucap 'Astagfirullahaladzim, bang saya belum dapat duit, baru dapat segini' begitu, tapi dia bilang goceng saja, goceng buat rokok katanya. Ya sudah saya kasih saja," tuturnya. 

Usai kejadian Anang awalnya memilih tetap melanjutkan berjualan dan tidak melaporkan kasus ke melaporkan ke pengurus lingkungan setempat, maupun pihak Polsek Pulogadung. 

Kasus baru terungkap setelah pengurus RT 02/RW 05 Pisangan Timur yang sedang melakukan pengawasan berdasarkan rekaman CCTV lingkungan mendapati Anang dipalak pelaku. 

Ketua RW 05 Pisangan Timur, Imam Jufardi mengatakan berbekal dari CCTV tersebut pihaknya lalu meminta keterangan terkait kronologi kejadian kepada Anang. 

Setelah mengantongi informasi serta rekaman CCTV, pengurus dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) melakukan penelusuran. 

"Dari situ kita enggak ambil lama-lama, langsung bergerak semua tuh, kita pecah (berpencar). Tapi sampai satu jam kita cari enggak ketemu tuh pelakunya," tutur Ketua RW 05, Imam Jufardi. 

Beruntung tak berselang lama seorang warga mendapati pelaku sedang duduk di trotoar Jalan Jenderal Ahmad Yani, informasi ini bergegas ditindaklanjuti pengurus RW, FKDM, dan LMK. 

Hasilnya pelaku dapat diamankan dengan barang bukti sebilah pisau lipat yang digunakan untuk menodong korban, lalu selanjutnya dibawa ke Mapolsek Pulogadung. 

Saat pemeriksaan dilakukan pengurus lingkungan, pelaku mengaku telah melakukan pemalakan terhadap korban dan melakukan penodongan menggunakan senjata tajam. 

"Pas ditangkap sama sekali enggak melawan, kayak orang yang pasrah. Pas diamankan ada pisaunya, ketemu. Setelah kita bawa ke kelurahan langsung kita serahkan ke petugas," ujar Imam. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.