TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Meski insiden intimidasi sopir Alphard kepada satpam Bundaran HI berakhir damai, proses di Polda Jabar tetap berjalan.
Tiga oknum anggota Polda Jabar yang merupakan sopir dan penumpang Alphard kini harus berhadapan dengan sidang kode etik profesi.
Dalam unggahan Humas Polda Jabar, terlihat ketiga anggota tersebut sedang menjalani pemeriksaan.
Mereka juga terlihat duduk terpisah di hadapan pemeriksa yang berbeda-beda.
Ketiganya juga terlihat mengenakan baju oranye dengan nomor baju berbeda-beda.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bukti bahwa tiga oknum aparat tersebut diduga telah melanggar.
Polda Jabar juga meminta maaf kepada Victor Harefa, satpam yang viral diintimidasi pengemudi mobil Alphard tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan melalui akun Instagram Humas Polda Jabar, Sabtu (25/7/2026).
"Meski telah terjadi perdamaian antara para pihak, Bidpropam Polda Jawa Barat tetap melakukan pemeriksaan," tulis Kombes Pol Hendra.
Dia menjelaskan bahwa hasil pemeriksaaan ditemukan cukup bukti adanya dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022.
"Proses selanjutnya akan dilaksanakan melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri," kata Hendra.
Dia mengatakan, Polda Jawa Barat juga menegaskan komitmennya untuk bertindak tegas, profesional, dan transparan terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya serta mengapresiasi seluruh kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan.
Dedi Mulyadi Apresiasi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengucapkan terimakasih kepada Polda Jabar dan Propam Polda Jabar atas tindakan tegasnya.
"Apresiasi dan terima kasih terhadap Kapolda Jabar dan jajaran Dir Propam Polda Jabar yang telah melakukan penindakan terhadap ketiga anggotanya yang melakukan perbuatan yang tidak patut," kata KDM.
Menurut Dedi, dari video CCTV yang beredar, mobil Alphard yang dikendarai tiga anggota Polisi ini diduga melanggar lalu lintas.
Sehingga kejadian itu bisa membahayakan pejalan kaki yang sedang menyeberang.
Kemudian yang disayangkan, oknum tersebut juga tak terima ditegur satpam sehingga terjadilah dugaan intimidasi.
"Melakukan upaya perbuatan yang tidak menyenangkan dan tidak patut dilakukan terhadap security yang menegurnya," katanya.
"Dan semoga ke depan tidak ada lagi peristiwa yang seperti itu," ungkapnya.