Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Sabtu (25/7/2026) sore.
Baca juga: Sembilan Hari Tanpa Aktivitas, Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi
Letusan tersebut melontarkan kolom abu tebal setinggi sekitar 300 meter di atas puncak gunung, atau setara 457 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan kejadian tersebut berdasarkan pemantauan tim di lapangan yang terintegrasi melalui sistem MAGMA Indonesia.
Erupsi tercatat berlangsung pada pukul 16.52 WIB.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang bergerak mengarah ke barat laut," ungkap Suwarno pada Sabtu (25/7/2026).
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 43 milimeter serta durasi kegempaan selama 63 detik.
Kendati terjadi letusan, hingga kini belum ada laporan mengenai dampak langsung terhadap permukiman warga pesisir maupun gangguan pada jalur penerbangan dan pelayaran di Selat Sunda.
Saat ini Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada status Level III (Siaga).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau keras masyarakat, wisatawan, hingga nelayan untuk tidak mendekati area gunung serta menghentikan seluruh aktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah erupsi.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )