Galon Guna Ulang Bermerek Dipastikan Aman oleh BPOM, Ini Alasan dan Prosesnya
Mohamad Yusuf July 25, 2026 11:34 PM

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan galon guna ulang kembali mendapat perhatian. Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM memastikan galon guna ulang bermerek yang beredar di pasaran tetap aman digunakan selama diproduksi sesuai standar dan diperlakukan dengan benar oleh konsumen.

Jaminan tersebut diberikan setelah BPOM melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan produksi, mulai dari kemasan, proses pengisian, hingga sertifikasi yang wajib dipenuhi produsen air minum dalam kemasan atau AMDK.

Baca juga: Polisi Selidiki Kematian Pria yang Ditemukan Tewas Membusuk di Gang Buntu Pondok Ranji Tangsel

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan galon guna ulang yang telah memperoleh izin edar BPOM dipastikan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia atau SNI.

Menurutnya, kepemilikan sertifikat SNI menjadi salah satu syarat utama sebelum suatu produk memperoleh izin edar dari BPOM.

"Ya tentu aman, yang sudah tersertifikasi Badan POM sudah pasti aman. Karena salah satu persyaratan Badan POM mengeluarkan izin adalah kalau sudah punya SNI. Jadi semua kemasan yang ber-SNI itu aman," ujar Ikrar, dikutip Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, pengawasan BPOM tidak hanya sebatas pemeriksaan dokumen administrasi.

Setiap produk, pabrik, hingga kemasan juga melalui pemeriksaan berdasarkan data empiris dan proses pengawasan yang dilakukan secara berkala.

"Jadi kita tidak sekadar administratif tapi kita ada data empirisnya. Jadi kalau sudah ada data Badan POM, aman," jelasnya.

Di pabrik AMDK bermerek, setiap galon yang kembali dari konsumen terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kondisi fisik.

Galon yang tidak memenuhi standar akan dipisahkan, sedangkan galon yang masih layak dipakai memasuki tahapan pencucian dan sterilisasi.

Baca juga: PT Astra International: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Gowa Jadi Sentra Sayuran

Bagian luar maupun dalam galon dibersihkan menggunakan sistem otomatis sebelum dibilas memakai air murni bertekanan tinggi.

Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa zat pembersih yang tertinggal di dalam kemasan.

Selanjutnya, galon disterilkan menggunakan desinfektan khusus seperti ozon agar bakteri maupun kuman dari pemakaian sebelumnya benar-benar hilang.

Setelah dinyatakan bersih, galon diisi air minum melalui sistem filtrasi yang tertutup.

Seluruh proses berlangsung menggunakan mesin tanpa sentuhan tangan manusia sehingga tingkat higienitas tetap terjaga hingga produk disegel dan didistribusikan kepada konsumen.

Pada umumnya, pabrik AMDK bertaraf internasional menerapkan standar yang lebih tinggi dalam menjaga kebersihan galon guna ulang agar tetap steril sebelum digunakan kembali.

Pemerintah Rutin Melakukan Pengawasan

Pengawasan terhadap proses produksi tidak hanya dilakukan oleh BPOM.

Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional juga secara berkala melakukan inspeksi ke fasilitas produksi untuk memastikan seluruh tahapan telah sesuai dengan standar industri yang berlaku.

Pemeriksaan tersebut mencakup kepatuhan terhadap prosedur pencucian, sterilisasi, pengisian, hingga pengemasan produk sebelum dipasarkan kepada masyarakat.

Baca juga: Alphard Terobos Pelican Crossing Bundaran HI, Dishub DKI: Kendaraan Wajib Utamakan Pejalan Kaki

Cara Merawat Galon Guna Ulang di Rumah

Selain memastikan produk berasal dari produsen resmi, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas galon guna ulang.

Konsumen disarankan tidak membanting galon atau menyikat permukaannya terlalu keras karena dapat merusak lapisan kemasan.

Galon juga sebaiknya disimpan di tempat yang teduh dan tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung.

Langkah sederhana tersebut penting dilakukan untuk membantu menjaga kualitas kemasan sekaligus meminimalkan potensi perpindahan senyawa tertentu ke dalam air minum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.