BOLASPORT.COM - Andrea Pirlo disiapkan sebagai peletak fondasi masa depan demi membangkitkan Timnas Italia dari kehancuran.
Gli Azzurri akan memulai perjalanan dari nol bersama kandidat pelatih baru yang segera diresmikan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Andrea Pirlo.
Eks maestro lini tengah AC Milan dan Juventus diyakini segera meneken kontrak kerja sebagai nakhoda Timnas Italia.
Momen pengesahan tersebut diperkirakan terjadi pada Senin atau Selasa pekan depan, 27-28 Juli 2026.
Pirlo mencuat sebagai calon pelatih kejutan sekaligus kontroversial setelah FIGC gagal mengamankan Pep Guardiola.
Mantan pelatih Man City tersebut adalah kandidat idaman, mungkin bagi mayoritas publik Italia.
Hanya, upaya Direktur Teknik Timnas Italia, Paolo Maldini, untuk merekrutnya kandas karena Pep memilih buat melanjutkan sabatikal alias cuti melatih sementara.
Di sisi finansial, permintaan Pep juga terlampau sulit dipenuhi Italia. PSSI-nya Negeri Piza kudu membayar gajinya sekitar 20 juta euro per tahun.
Sementara itu, Pirlo memang pilihan berisiko tapi realistis dan tidak memberatkan keuangan tim nasional.
Rekan setim Maldini saat di AC Milan itu kabarnya hanya mematok upah 1,5 juta euro per tahun atau cuma 7,5 persennya dari proyeksi gaji Pep!
Kritik tajam dialirkan kepada Maldini cs mengingat rekam jejak Pirlo yang masih minim dibandingkan kaliber Pep Guardiola ataupun dua kandidat top lain, Roberto Mancini dan Antonio Conte.
Komparasi semakin miris jika membandingkan revolusi yang dilakukan Italia dengan tim-tim rivalnya.
Seperti contoh, Jerman menunjuk Juergen Klopp sebagai pelatih baru atau Prancis yang menggantikan Didier Deschamps dengan Zinedine Zidane.
Faktor X Pirlo
Meskipun banyak diragukan, Andrea Pirlo dianggap sejumlah pihak mempunyai 'Faktor X' yang menjadikannya opsi terbaik guna mengangkat Italia dari keterpurukan.
Pria berusia 47 tahun itu diplot sebagai fondasi proyek jangka panjang Timnas Italia dengan target terdekat meloloskan negaranya ke Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030.
Hanya, publik Negeri Piza juga sembari diminta sabar dan realistis dengan proyek garapan Maldini dan Pirlo.
Untuk melihat tim nasional mereka kembali berjaya dan berprestasi dengan raihan trofi di level performa yang seharusnya, kira-kira diperlukan proses panjang hingga 8-10 tahun.
"Saya pikir banyak hal yang tidak meyakinkan bagi Guardiola," ucap legenda Timnas Italia yang juga anggota skuad juara Piala Dunia 1982, Marco Tardelli.
"Posisi pelatih di tim juara empat kali Piala Dunia sangat prestisius, bahkan untuk seseorang sepertinya."
"Namun, dia pasti berpikir sepak bola Italia saat ini tidak cukup bagus. Saya senang dan bangga dengan keputusan Pirlo."
"Dia orang yang luar biasa. Sosok genius dalam sepak bola dan tahu bagaimana memahami orang-orang."
"Dibutuhkan kesabaran untuk membangun kembali semuanya dari awal, tapi ini proses yang pada akhirnya akan membuahkan hasil."
"Mereka dapat membuat rencana, memiliki waktu dan sarana untuk membantu para pemain berkembang," katanya, dikutip BolaSport.com dari Tuttomercatoweb.