TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Yili Indonesia Dairy mengajak generasi muda di Bandung lebih peduli terhadap lingkungan, melalui program edukasi dan daur ulang sampah plastik.
Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) itu, diwujudkan dengan menghadirkan fasilitas pengumpulan sampah plastik di sekolah serta memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Yayasan Bening Saguling lewat program BeningCycle.
Sebanyak 10 sekolah di Bandung dipasangi dropbox sebagai tempat pengumpulan sampah plastik yang nantinya akan didaur ulang menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti kursi, meja, dan produk lainnya.
Selain menyediakan fasilitas pengumpulan sampah, Yili Indonesia Dairy bersama Yayasan Bening Saguling juga memberikan pelatihan kepada siswa SD, SMP, hingga SMA mengenai pengelolaan sampah plastik dan pentingnya daur ulang sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkuat edukasi lingkungan kepada generasi muda.
Baca juga: FOMO Olahraga Ekstrem Meningkat, RS Murni Teguh Bandung Dorong Skrining Sebelum Latihan Intensif
"Sebagai perusahaan yang menghadirkan produk es krim kepada masyarakat Indonesia, kami menyadari keberadaan kemasan plastik harus diimbangi dengan aksi yang bertanggung jawab. Melalui program ini, Yili ingin berkontribusi dalam mendukung pengelolaan sampah plastik yang lebih baik sekaligus mengajak generasi muda semakin peduli terhadap lingkungan," ujar Yu Miao, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, program itu juga sejalan dengan upaya mendukung pengendalian sampah yang digalakkan pemerintah. Ia berharap kebiasaan sederhana seperti memilah dan mengumpulkan sampah plastik dapat menjadi budaya di lingkungan sekolah.
"Kami percaya perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Dengan hadirnya dropbox di sekolah, kami berharap para siswa memahami bahwa sampah plastik masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat," ujarnya.
Nantinya, sampah plastik yang terkumpul dari sekolah akan diambil secara berkala oleh Yayasan Bening Saguling, untuk diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat sehingga tidak berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan.
Perwakilan Yayasan Bening Saguling, Muhammad Dzikri Fauzan, mengapresiasi dukungan Yili Indonesia Dairy dalam memperluas edukasi dan praktik daur ulang di lingkungan sekolah.
"Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan pengelolaan sampah plastik secara langsung kepada anak-anak dan remaja. Kami berharap program ini tidak hanya berhenti pada pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap orang dapat mengambil peran dalam menjaga lingkungan," ujar Dzikri.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Zamilia Floreta, turut menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, keterlibatan sekolah dalam pengelolaan sampah menjadi langkah penting untuk membentuk kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini.
Program ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Es Krim Sedunia yang diperingati pada 20 Juli dan Hari Anak Nasional pada 23 Juli.
Melalui kegiatan tersebut, Yili Indonesia Dairy berharap dapat memperkuat edukasi lingkungan sekaligus mendorong lahirnya kebiasaan daur ulang di kalangan generasi muda. (*)