Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 53 calon mahasiswa asing mengikuti wawancara seleksi jalur reguler Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026).
Para peserta berasal dari 12 negara dan mengikuti proses seleksi secara daring melalui Zoom Meeting.
Ketua Panitia Seleksi, Prof Saiful Amal mengatakan, 53 peserta tersebut merupakan hasil seleksi administrasi dari total 112 pendaftar.
Rinciannya, 50 peserta mendaftar untuk jenjang sarjana (S1) dan tiga orang untuk program magister (S2).
“Di antara mereka hanya delapan perempuan, sementara 45 sisanya laki-laki,” ujarnya.
“Ini adalah sebuah komposisi yang barangkali masih menjadi pekerjaan rumah bersama untuk membuka akses yang lebih setara bagi perempuan dari berbagai negara di masa mendatang,” kata Saiful.
Baca juga: USK Terima 35 Mahasiswa Asing di Tahun 2025, dari Tanzania hingga Palestina
Menurut dia, proses wawancara dimulai pukul 09.00 WIB, dengan melibatkan delapan dosen yang dibagi dalam empat panel.
Para pewawancara merupakan dosen yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dan Inggris serta berpengalaman menempuh pendidikan di luar negeri, seperti Mesir, Malaysia, Australia, Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris.
Untuk mendukung kelancaran seleksi, beber Saiful, panitia juga menyiagakan empat relawan dari Pusat Admisi yang bertugas mengoordinasikan jalannya wawancara dan mengantisipasi kendala teknis selama proses berlangsung.
Lebih lanjut, Direktur Kantor Urusan Internasional (International Office) UIN Ar-Raniry itu mengungkap, bahwa jumlah peserta dari luar negeri tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 57 orang.
Meski demikian, kata Saiful, cakupan negara asal peserta tahun ini justru meningkat signifikan. “Jika pada 2025 hanya berasal dari enam negara, tahun ini peserta datang dari 12 negara,” ungkap dia.
“Peserta terbanyak datang dari Malaysia, disusul Pakistan. Itu adalah dua negara yang selama ini punya ikatan sejarah dan keislaman yang erat dengan Aceh dan Indonesia,” jelasnya.
Baca juga: Perdana, IAIN Langsa Buka Penerimaan Mahasiswa Asing, 42 Orang Telah Mendaftar
Panitia menilai, meningkatnya jumlah negara asal peserta merupakan indikator bertambahnya kepercayaan mahasiswa internasional terhadap UIN Ar-Raniry.
Meski situasi global dan tingginya biaya perjalanan masih memengaruhi minat studi ke luar negeri.
Saiful melanjutkan, dari sisi pilihan program studi, Program Studi S1 Teknologi Informasi di Fakultas Sains dan Teknologi menjadi yang paling diminati dengan 22 pelamar.
Selanjutnya disusul Program Studi Teknik Lingkungan dan Arsitektur.
Sementara peserta lainnya memilih program studi di berbagai fakultas.
Seperti Tarbiyah dan Keguruan, Psikologi, Ekonomi dan Bisnis Islam, Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan, Ushuluddin dan Filsafat, Adab dan Humaniora, serta Syariah dan Hukum.
Ia menambahkan, selain jalur reguler, pada Agustus 2026 mendatang, UIN Ar-Raniry juga berencana membuka penerimaan mahasiswa melalui jalur non-reguler Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Agustus 2026.
Skema tersebut ditujukan bagi masyarakat yang memiliki pengalaman dan kompetensi di luar pendidikan formal untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.
“Jalur ini diharapkan menjadi pintu bagi mereka yang selama ini tidak punya kesempatan menempuh pendidikan formal secara linear, namun tetap memiliki pengetahuan dan pengalaman hidup yang layak diakui dan dikembangkan lebih jauh,” pungkasnya.
Diketahui, pada proses seleksi ini, Prof Saiful didampingi Sekretaris Panitia, Suri Wahyuni, Staf Kerja Sama dan Mobilitas Internasional, Koordinator Pusat Admisi, Muammar, dan Sekretaris Pusat Admisi, Siti Nur Zalikha.(*)