China Open 2026 - Kata Fajar/Fikri usai 2 Kali Beruntun Permalukan Ganda Putra No.1 China di Rumah Sendiri
Delia Mustikasari July 26, 2026 01:33 AM

PBSI
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, pada babak semifinal China Open 2026 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Sabtu (25/7/2026).

BOLASPORT.COM - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, back-to-back ke final setelah menjalani laga semifinal China Open 2026.

Fajar/Fikri yang pekan lalu melaju ke final Japan Open 2026 dan meraih gelar juara meraih tiket partai puncak turnamen Super 1000 itu setelah menundukkan Liang Wei Keng/Wang Chang (China).

Unggulan kedua ini menang dengan skor, 21-19, 14-21, 21-19 pada laga yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Sabtu (25/7/2026).

Tahun lalu, Fajar/Fikri juga memupus asa ganda putra nomor 1 China tersebut dalam turnamen dan babak yang sama yakni semifinal.

"Pertama-tama saya bersyukur ya, terima kasih atas doa dan dukungannya. Yang pasti tidak mudah melawan pasangan nomor satu China di rumahnya sendiri dengan dukungan yang luar biasa," tutur Fajar dalam siaran resmi PBSI.

"Tetapi, itu tidak mengendurkan semangat kami untuk bisa terus melangkah jauh."

Kesalahan antisipasi Fajar di depan net menghasilkan poin pembuka untuk lawan. Giliran Fikri pengembaliannya melebar setelahnya.

Fajar/Fikri mendapatkan poin pertama karena kesalahan lawan juga untuk mengubah skor menjadi 1-2. Serangan bertubi-tubi Fajar/Fikri berhasil membuat skor dengan cepat berimbang 2-2.

Smes keras lurus yang dilancarkan Fikri membuat situasi berbalik untuk keunggulan ganda Indonesia.

Namun, Liang/Wang membalas dengan melesakkan empat poin beruntun untuk mengungguli Fajar/Fikri lagi menjadi 6-3.

Fajar/Fikri merespons untuk tetap menyerang hingga mampu memimpin lagi pada skor 8-7. Keunggulan satu angka bertahan sampai memasuki interval.

Akan tetapi, Liang/Wang membalas hingga membalikkan kedudukan lagi menjadi unggul tiga angka pada 15-12.

Fajar/Fikri tidak menyerah hingga berhasil menyamakan skor pada 18-18 setelah pengembalian Wang Chang melebar keluar.

Skor sama kuat sampai 19-19, Fajar/Fikri yang mendapatkan game point duluan setelah Liang Wei Keng melakukan kesalahan di depan net dengan gagal menyeberangkan shuttlecock.

Serangan pasangan Indonesia berhasil ditutup smes keras Fajar dari area depan. Gim kedua, kedua pasangan sempat berbagi skor sama kuat hingga 4-4.

Namun, Liang/Wang lebih dulu untuk membuka jarak poin dan unggul tiga angka pada interval. Fajar/Fikri tak mampu lagi mengejar sampai akhir gim kedua.

Pada gim pamungkas, permainan kolektif Fajar/Fikri dalam menyerang berhasil membuahkan poin pembuka. Pukulan Fikri dari area depan yang sempat mengenai bibir net berhasil menggandakan keunggulan.

Fajar/Fikri kemudian tancap gas untuk membuka Jarak keunggulan dengan skor 6-2. Keunggulan empat angka bertahan sampai interval setelah dorongan bola dari Fikri ke area belakang lawan masih di dalam garis permainan.

Selepas jeda, Fajar/Fikri memperlebar keunggulan menjadi lima angka pada 14-9. Namun, Liang/Wang berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan pada skor 15-15 setelah terus melancarkan tekanan.

Tekanan oleh Liang dari area depan membawa pasangan tuan rumah berbalik unggul.

Sergapan Fajar dari area depan segera menyamakan skor lagi menjadi 16-16.

Servis Fajar yang tinggi berhasil membuat Liang melakukan kesalahan yang membalas dengan smes tetapi tidak melewati net.

Kedudukan sama kuat sampai 19-19, kesalahan Liang di depan net menghasilkan match point untuk Fajar/Fikri.

Lagi, kali ini kesalahan dilakukan Wang Chang di depan net yang gagal menyeberangkan shuttlecock.

"Pada gim ketiga setelah interval kami sudah unggul 13-8, tetapi karena posisi lapangannya kalah angin jadi kami merasakan tekanan yang sangat berat, mau defense atau melakukan serangan berat sekali. Akhirnya mereka bisa bangkit dan mengejar," ucap Fajar.

"Setelah poin mepet, kami coba tidak mau kalah. Kami terus berusaha, satu demi satu dan bisa."

"Kembali ke final China Open dan final kedua selama dua minggu berturut-turut ini berkat saling percaya. Saya percaya Fikri, begitupun sebaliknya. Kami juga selalu percaya dengan semua yang ada di dalam tim."

Fikri menjelaskan perbedaan penampilan Liang/Wang saat terakhir kali bertemu dengan saat berlaga pada China Open 2026.

"Berbeda jauh dengan pertemuan terakhir di Singapore Open lalu. Di sini, di depan publik sendiri mereka punya fighting spirit yang luar biasa. Ketinggalan berapapun mereka selalu berusaha," ujar Fikri.

"Tadi juga saya sendiri banyak melakukan kesalahan sehingga momentum berpindah ke mereka tapi Alhamdulillah di poin-poin kritis kami bisa unggul."

Pada babak final, Fajar/Fikri kembali akan melawan Kim Won-ho/Seio Seung-jae (Korea Selatan) yang juga menjadi rival mereka pada Japan Open 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.