Update Karhutla Punggur Kecil Kubu Raya, Seluruh Warga Berhasil Dievakuasi Aman
Faiz Iqbal Maulid July 26, 2026 06:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda area dekat Perumahan Graha Melody, Jl. Sungai Raya Dalam, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungia Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Sabtu 25 Juli 2026 sore WIB.

Api dilaporkan hampir menyentuh dinding-dinding perumahan warga.

Bahkan petugas sampai harus mengevakuasi sejumlah warga ke tempat yang lebih aman.

Hingga Sabtu malam WIB, petugas pemadam kebakaran dari berbagai unsur masih berjibaku menjinakkan api.

Salah satu petugas, Langkoi (53) mengungkapkan bahwa pasokan air di sekitar lokasi sangat terbatas dan cepat mengering saat disedot oleh mesin pompa.

"Untuk kendalanya ini masalahnya air. Soal kalau ini gorong-gorong hanya dua tabung gorong-gorong ya. Hanya tak sampai dua menit. Satu menit pun tak sampai, habis," ungkap Langkoi saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan bahwa wilayah tersebut sama sekali tidak memiliki sistem irigasi yang bisa diandalkan untuk keadaan darurat.

• Karhutla di Kawasan Bandara Supadio Sulit Dipadamkan, Api Membara di Dalam Gambut

Menurut Langkoi, kebakaran di kawasan ini sudah menjadi siklus tahunan yang terus berulang tanpa adanya solusi permanen dari pihak terkait, terutama pengembang perumahan.

"Tidak ada irigasi. Sebenarnya harus kita bikin ada irigasi untuk parit. Tapi kan memang kita dah lumrah tiap tahun. Tapi kalau memang ada kebijaksanaan untuk perumahan, mungkin dari developernya," tegasnya.

Meski kobaran api dilaporkan sudah sangat dekat dengan bangunan rumah, Langkoi memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

Seluruh warga yang rumahnya terancam telah mengamankan diri ke tempat yang lebih aman.

"Alhamdulillah kita di sini tak ada korban, tapi rumah pun belum ada yang kena. Tapi dah tadi tuh dah mendekati rumah. Mereka aman semua, udah pada ngungsi. Kalau di dalam ni seperti ibu ini nih (Bu Lia) dah ngungsi dah, dia rumahnya nomor dua dari ujung nih," pungkas Langkoi.

BMKG: Kalbar Masih Minim Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih akan mengalami kondisi minim hujan dalam sepekan ke depan. Bahkan, hingga akhir Juli 2026, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Rizky Noventia Pertiwi, mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan masih tergolong rendah.

Khusus untuk Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, cuaca diprakirakan didominasi cerah hingga cerah berawan.

"Berdasarkan prakiraan BMKG, dalam satu pekan ke depan potensi hujan di Kalimantan Barat masuk dalam kategori rendah. Untuk wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak juga diprakirakan dominan cerah hingga cerah berawan," ujar Rizky, Sabtu 25 Juli 2026.

• Sembilan Hari Karhutla Meluas di Kubu Raya, Manggala Agni Tangani Empat Titik Kritis

Meski demikian, BMKG masih melihat adanya peluang hujan ringan pada 30 hingga 31 Juli 2026 di sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.

Namun, hujan tersebut diprakirakan terjadi secara lokal dan tidak merata.

"Terdapat potensi hujan ringan pada tanggal 30 dan 31 Juli di sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, namun diprakirakan tidak merata," katanya.

Wali Kota Pontianak Imbau Gunakan Masker dan Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Pemerintah Kota Pontianak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker, terutama bagi kelompok rentan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara di Pontianak sudah berada pada kategori kurang sehat.

Pemerintah terus melakukan pemantauan setiap hari dan akan mengumumkan kepada masyarakat apabila kondisi udara memasuki kategori berbahaya.

"Instalasi pemantauan udara di Kota Pontianak sudah menunjukkan angka kurang sehat. Nanti kalau sudah sangat berbahaya, kita akan umumkan. Jadi setiap hari kita update terus datanya," ungkap Edi di kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu 25 Juli 2026.

Menurut Edi, kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak berasal dari kebakaran lahan di wilayah kabupaten sekitar yang terbawa angin masuk ke dalam kota.

Sementara itu, Pemkot Pontianak terus memperketat pengawasan agar tidak terjadi karhutla di wilayah kota.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.