Jelang HUT RI ke-81, Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih Ternyata Dijahit oleh Sosok Istri dari Pahlawan Terkenal Ini
Siti M July 26, 2026 06:34 AM

Grid.ID - Menjelang peringatan HUT RI ke-81, sejarah Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih kembali menjadi perhatian. Bendera bersejarah ini pertama kali dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Yang menarik, bendera tersebut dijahit langsung oleh Fatmawati Soekarno, istri Presiden pertama RI, Soekarno, atas permintaan sang proklamator menjelang pembacaan teks kemerdekaan.

Dijahit Fatmawati untuk Proklamasi

Fatmawati menjahit Sang Saka Merah Putih menggunakan kain berukuran sekitar 276 x 200 sentimeter. Bendera itu kemudian dikibarkan usai Soekarno membacakan teks Proklamasi, dengan Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo bertugas sebagai pengibar bendera.

Sejak saat itu, Sang Saka Merah Putih menjadi simbol resmi kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia.

Diselamatkan Saat Agresi Belanda

Perjalanan Bendera Pusaka tidak lepas dari kisah heroik. Saat Agresi Militer Belanda II pada 1948, Soekarno mempercayakan penyelamatan bendera kepada ajudannya, Husein Mutahar.

Agar tidak disita pasukan Belanda, Mutahar memisahkan kain merah dan putih dengan membuka jahitannya, lalu menyembunyikannya sebagai dua lembar kain biasa. Berkat cara tersebut, Bendera Pusaka berhasil diselamatkan hingga situasi kembali aman.

Kembali Berkibar dan Kini Disimpan

Pada 1949, kedua bagian bendera dijahit kembali sebelum akhirnya dikembalikan kepada Soekarno. Sang Saka Merah Putih kembali berkibar dalam sejumlah upacara kenegaraan hingga 1968.

Karena kondisi kain yang semakin rapuh, sejak 1969 pemerintah memutuskan menggunakan bendera duplikat untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Sementara Bendera Pusaka asli disimpan secara khusus sebagai benda bersejarah untuk menjaga keaslian dan kelestariannya.

Simbol Perjuangan Bangsa

Sang Saka Merah Putih bukan sekadar bendera nasional, tetapi juga lambang perjuangan, persatuan, dan pengorbanan rakyat Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian, menjadikannya simbol yang terus dikenang setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Termasuk nanti saat peringatan HUT RI ke-81.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.