TRIBUNKALTIM.CO - Semangat menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai terasa di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur.
Tidak hanya peserta resmi, sejumlah generasi muda NU di Kaltim bahkan berencana menempuh perjalanan menuju Jombang, Jawa Timur, dengan bersepeda sebagai bentuk kecintaan terhadap organisasi dan para ulama.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Gagasan tersebut diungkapkan Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur, KH Muhammad Muhlasin, dalam program Tribun Talkshow di kanal YouTube Tribun Kaltim Official.
Baca juga: Guru Besar UGM Singgung Potensi Tarik Menarik Kekuasan Jelang Muktamar ke-35 NU
KH Muhammad Muhlasin menjelaskan, ide bersepeda menuju lokasi muktamar berawal dari obrolan ringan yang kemudian berkembang menjadi sebuah gagasan untuk menyampaikan pesan moral kepada warga NU di seluruh Indonesia.
Menurutnya, semangat menghadiri muktamar telah menjadi tradisi panjang di kalangan Nahdliyin.
Pada masa lalu, banyak warga NU rela menjual ternak bahkan berjalan kaki agar dapat mengikuti muktamar sebagai bentuk kecintaan kepada organisasi dan para ulama.
"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah, masih ada anak-anak muda yang begitu cintanya pada NU sehingga rela datang dari Kaltim menuju muktamar di Jombang," ujar KH Muhammad Muhlasin, Sabtu (25/7/2026).
Muhlasin menegaskan, penggunaan sepeda bukan sekadar pilihan moda transportasi, melainkan simbol dedikasi generasi muda terhadap Nahdlatul Ulama.
Melalui perjalanan yang menempuh ribuan kilometer itu, para peserta ingin menunjukkan bahwa semangat mencintai NU tetap hidup di kalangan anak muda meski zaman terus berubah.
Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga NU, termasuk jajaran pengurus, bahwa masih banyak kader muda yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi.
"Jadi kita ingin ada pesan ke semua kalangan di NU, termasuk pada elite, bahwa di lapisan paling bawah ada kader yang mencintai NU sampai rela datang dengan modal seadanya, menginap di langgar, musala, dan masjid, hanya ingin menunjukkan kami mencintai NU dan ulama-ulama NU," tuturnya.
Selain peserta resmi, Muhlasin memperkirakan ribuan warga NU akan hadir sebagai penggembira Muktamar ke-35.
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, mereka dikenal sebagai rombongan lillahi ta'ala atau Romli, yakni rombongan yang datang di luar peserta resmi semata-mata untuk bersilaturahmi dan memeriahkan muktamar.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, PWNU Kaltim Minta Tambang Dikelola Profesional demi Kesejahteraan Warga
Ia menjelaskan, setiap Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengirim lima peserta resmi yang memiliki hak mengikuti persidangan muktamar.
Secara keseluruhan, jumlah peserta resmi diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.
Sementara itu, jumlah rombongan penggembira diprediksi mencapai puluhan ribu orang, mengingat Muktamar ke-35 digelar di Jawa Timur yang merupakan daerah kelahiran Nahdlatul Ulama.
"Per PCNU bisa 50 sampai 100 orang di luar peserta resmi. Dari Balikpapan pun banyak yang akan berangkat naik kapal," pungkasnya.