Antisipasi Dampak Kemarau BPBD Mamuju Tengah Siapkan Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan
Ilham Mulyawan July 26, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari desa-desa membutuhkan pasokan air bersih.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mateng Mamuju Tengah, Hamka, mengungkapkan bahwa meskipun musim kemarau telah melanda, pihaknya belum menerima permintaan bantuan air bersih dari masyarakat desa.

Baca juga: Syahwat Batal karena Korban Menstruasi Ayah Tiri di Mamuju Ditangkap Usai Coba Perkosa Anak Gadis

Baca juga: Pulang Seleksi Paskibra 2 Siswa di Pasangkayu Luka-luka Usai Tabrak Bus AKAP 1 Orang Patah Tulang

"Belum ada," ujar Hamka dikonfirmasi Tribunsulbar, Minggu (26/7/2026).

Meski belum ada laporan, BPBD Mamuju Tengah tidak tinggal diam. 

Hamka menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan data terkait wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami dampak kekeringan.

"Sementara dibuat datanya," tambahnya.

Langkah antisipasi ini diambil sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi kemarau yang berpotensi memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. 

Sebelumnya, BPBD Mamuju Tengah juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan selama musim kemarau tanpa pengawasan guna mencegah risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan dampak kekeringan di wilayahnya dapat segera menghubungi Call Center Posko Pemadam Kebakaran terdekat atau Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Kabupaten Mamuju Tengah.

Kabupaten Mamuju Tengah terdiri dari 5 Kecamatan, dan memiliki 54 desa. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.