Temui CEO OpenAI dan Nvidia, Presiden Korea Ingin Tarik Investasi AI Besar-besaran ke Negaranya
Choirul Arifin July 26, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, SAN FRANCISCO — Korea Selatan berambisi menarik invetasi AI secara besar-besaran ke negaranya dengan menarik para pemain teknologi AI global ke negaranya.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu dengan para kepala empat raksasa teknologi global, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang, dan mengajak mereka meningkatkan berinvestasi lebih besar lagi di industri kecerdasan buatan di Korea, Jumat, 24 Juli 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung pada hari pertama kunjungan Lee ke San Francisco selama dua hari untuk mempromosikan investasi AI dan kerja sama antara raksasa teknologi global dan Korea Selatan.

Lee juga bertemu secara terpisah dengan CEO OpenAI Sam Altman, CEO Anthropic PBC Dario Amodei, dan CEO Broadcom Hock Tan.

Selama pertemuan tersebut, Lee memuji Huang sebagai tokoh terdepan dalam "pergeseran mendasar" yang terjadi di seluruh dunia dan memperkenalkan rencana investasi besar-besaran Korea yang baru-baru ini diumumkan untuk membangun klaster produksi semikonduktor dan pusat data AI.

Rencana tersebut bertujuan untuk memberikan momentum lebih lanjut setelah meningkatnya permintaan global akan semikonduktor di tengah booming AI telah membantu mendorong Korea Selatan menjadi salah satu pusat pasokan chip utama di dunia.

Lee menyatakan harapannya bahwa CEO Nvidia akan memainkan peran yang lebih besar dalam upaya investasi Korea Selatan, dengan mengatakan bahwa proyek-proyek tersebut akan membantu mengubah negara tersebut menjadi masyarakat yang digerakkan oleh AI.

Baca juga: Robot AI Berhasil Kemudikan Kapal Perang, Tonggak Baru Militer Korea Selatan

Huang menyoroti antusiasme masyarakat Korea terhadap AI, sembari menekankan bahwa negara tersebut telah memasuki era keemasan di bawah kepemimpinan Lee.
Presiden menanggapi hal itu dengan menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan Korea sebagai pemimpin global dalam penerapan AI di dunia nyata.

Dalam pertemuan terpisah dengan Altman, Presiden kembali menekankan upaya pemerintahnya untuk mentransformasi struktur industri negara tersebut agar berbasis AI, seraya menambahkan bahwa ia sendiri gemar menggunakan ChatGPT dari OpenAI.

Ia juga meminta Altman untuk berperan lebih besar dalam rencana investasi Korea Selatan, sementara Altman menyebut Korea Selatan sebagai salah satu negara terpenting di dunia dalam pengembangan AI.

Baca juga: Model AI Buatan Cina Maju Pesat, Persaingan AS-Cina Memanas

Saat bertemu dengan Amodei, Lee meminta perhatian khusus darinya terhadap sektor AI di Korea.

Presiden berkata, "Mengingat Korea berencana untuk meningkatkan investasi secara signifikan di sektor AI, saya mengharapkan perhatian khusus, investasi, serta kontribusi dari Anthropic."

Amodei menyampaikan terima kasih kepada Lee, mengakui prioritas pemerintah Korea terhadap AI, dan menyatakan harapannya untuk menjalin kerja sama yang luas dengan Korea Selatan.

Ia mengatakan bahwa Anthropic menempatkan kerja sama dengan perusahaan lain sebagai prioritas utama dan berharap dapat bekerja sama dengan Korea Selatan di berbagai bidang, termasuk pusat data.

Amodei mengungkapkan bahwa perusahaannya dan kementerian sains Korea Selatan akan menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang keamanan AI dan industri siber.

Dalam pertemuan terpisah dengan CEO Broadcom, Presiden Korea kembali meminta bantuan dan dukungan perusahaan tersebut bagi upaya Korea dalam membangun ekosistem AI.

Sumber: Korea Times

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.