Renungan Katolik Hari Ini Minggu 26 Juli 2026, Kerajaan Surga
Gordy Donovan July 26, 2026 11:59 AM

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Minggu 26 Juli 2026.

Tema renungan katolik hari ini "Kerajaan Surga".

Renungan katolik hari ini disiapkan untuk hari Minggu biasa XVII, hari orangtua, kakek dan nenek sedunia.

Bacaan hari Minggu: Bacaan pertama: 1Raj. 3:5,7-12; Mzm. 119:57,72,76-77,127-128,129-130; Bacaan kedua: Rm. 8:28-30; Injil Matius. 13:44-52 (panjang) atau Mat. 13:44-46 (singkat) dan BcO Ayb 28:1-28.

Baca juga: Renungan Katolik Minggu 26 Juli 2026, Memilih Harta yang Tidak Pernah Hilang


BACAAN PERTAMA (1Raj 3:5,7-12) 

L : Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja.

Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutus-kan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. 
P: Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren (Mzm. 119:97a) 

Betapa kucintai Taurat-Mu, ya Tuhan.

Mzm. 119:57,72,76-77,127-128,129-130 
Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang 
pada firman-firman-Mu. 

Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak. (Refren)

Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu. 
Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku. 
(Refren)

Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua. 
Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci. (Refren)

Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. 
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. (Refren)

BACAAN KEDUA (Rm. 8:28-30) 

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma

Saudara-saudari, kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk menda-tangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. 
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

ALLELUIA (Mat. 11:25) 

P : Alleluia
U : Alleluia
P : Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, * sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan 
kepada orang kecil.
U : Alleluia

INJIL (Mat. 13:44-52) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.Kemudian Pemimpin membacakan Injil. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh milik nya lalu membeli mutiara itu.""Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka men jawab: "Ya, kami mengerti."Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."
P : Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

RENUNGAN HARIAN KATOLIK

“Kerajaan Surga”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Kerajaan Surga adalah harta yang tak ternilai, lebih berharga daripada segala sesuatu yang kita miliki. Bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat bagaimana Allah menuntun umat-Nya agar memilih yang benar dan bijaksana, serta bagaimana kita dipanggil untuk menaruh seluruh hidup kita pada nilai-nilai Kerajaan Surga.

Saudara-saudari terkasih. 
Dalam bacaan I (1Raj. 3:5.7-12),  Salomo tidak meminta kekayaan atau umur panjang, melainkan hati yang bijaksana. Allah berkenan karena ia memilih sesuatu yang bernilai kekal. Permintaannya akan “hati yang bijaksana” mencerminkan kesadaran bahwa kebijaksanaan sejati bukanlah hasil usaha manusia semata, melainkan anugerah Allah. Bacaan ini menegaskan bahwa memilih Allah dan kehendak-Nya lebih berharga daripada segala bentuk kekuasaan atau kekayaan. Pada bacaan II (Rom. 8:28-30), Paulus menegaskan bahwa segala sesuatu terjadi untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah. Hidup kita diarahkan untuk serupa dengan Kristus. Allah telah menetapkan kita untuk serupa dengan Kristus, artinya seluruh perjalanan hidup kita diarahkan menuju kesempurnaan dalam kasih. Bacaan ini mengajarkan bahwa Kerajaan Surga bukan sekadar janji masa depan, tetapi proses yang sedang berlangsung dalam hidup kita sekarang. Dan dalam Injil (Mat. 13:44-52): Yesus menggambarkan Kerajaan Surga sebagai harta terpendam dan mutiara berharga. Orang rela menjual segalanya demi memperoleh harta itu. Kerajaan Surga menuntut pilihan radikal dan total. Injil ini menuntut kita untuk membuat pilihan radikal: apakah kita sungguh menaruh seluruh hidup pada Allah atau tetap terikat pada hal-hal duniawi. Poin Refleksi kita adalah “Kerendahan hati”: Seperti Salomo, kita diajak untuk menyadari keterbatasan diri dan memohon kebijaksanaan dari Allah agar mampu membedakan yang baik dan benar. “Kesetiaan dalam proses hidup”: Paulus mengingatkan bahwa segala sesuatu, termasuk penderitaan, dapat menjadi jalan menuju keserupaan dengan Kristus. Kerajaan Surga hadir dalam setiap langkah hidup yang dijalani dengan iman. “Keberanian untuk berkorban”: Injil menuntut kita untuk rela melepaskan segala hal yang menghalangi kita dari Allah. Kerajaan Surga hanya dapat diraih bila kita berani memilih Allah sebagai harta utama.

Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama,  kerajaan Surga adalah anugerah yang lebih berharga dari segala harta dunia. Kedua, kita dipanggil untuk hidup rendah hati, setia, dan berani berkorban demi Allah. Ketiga, dengan demikian, hidup kita akan menemukan makna sejati dalam kasih-Nya.  Tuhan memberkati kita. (Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/Pastor John Lewar SVD/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.