TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Batang Hari memetakan sekitar 1.883 hektare lahan sawah yang berpotensi terdampak kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang pada 2026.
Pemetaan dilakukan menyusul informasi mengenai potensi terjadinya fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memicu penurunan curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, mengatakan pendataan telah dilakukan untuk mengidentifikasi wilayah pertanian yang masuk kategori rawan kekeringan.
"Hasil pendataan sementara terdapat sekitar 1.883 hektare lahan sawah yang masuk kategori rawan mengalami kekeringan," kata Roma, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, DTPHP telah menginstruksikan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar meningkatkan pemantauan di lapangan guna meminimalkan dampak musim kemarau terhadap produksi pertanian.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengoptimalkan pemanfaatan pompa air yang sebelumnya telah disalurkan kepada kelompok tani.
Selain itu, embung, jaringan irigasi, serta sistem irigasi perpipaan juga dimaksimalkan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian selama musim kemarau.
"Pompa-pompa yang sudah kita serahkan kepada kelompok tani harus dimanfaatkan secara maksimal. Begitu juga dengan embung dan jaringan irigasi yang ada agar pasokan air untuk lahan pertanian tetap tersedia," ujarnya.
Roma menyebut potensi kekeringan tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari. Karena itu, pihaknya meminta para petani terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian di wilayah masing-masing agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kekurangan air.
"Dengan koordinasi yang baik, penanganan kekeringan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sehingga produktivitas pertanian di Batang Hari tetap terjaga," pungkasnya. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Pemuda di Kota Jambi Naik Ninja ZX-6R Tabrakan vs Mobil hingga Remuk, Suara Meraung
Baca juga: Viral Suami di Batang Hari Jambi Tega Jual Anak Kandung Rp20 Juta